Mengenal Bunga Bangkai di Kepahiang, Puspa Langka dan Endemi Bengkulu

Doni/BE
Objek Wisata Edukasi Puspa Langka, Milik Pak Holidin Berada dikawasan liku sembilan Desa Tebat Monok Kepahiang, Tampak Bunga Bangkai Segera Mekar Tinggal Menunggu Hari

SETIAP Orang butuh refresing setiap jengah dalam berkerja, tentunya tempat hiburan atau objek wisata jadi andalan utama untuk dikunjungi. Selain hiburan hendaknya wisata yang jalani bisa memberikan manfaat nilai edukasi (Pendidikan, red), bagi anggota keluarga yang ikut berwisata…..
Di Kabupaten Kepahiang ada loh, objek wisata alam yang memberikan edukasi bagi pengunjungnya, terkhusus mengenai puspa-puspa langka khas daerah Provinsi Bengkulu. Dimana lokasinya?? berikut laporannya…

Doni Parianata – Kepahiang

RABU Pagi (21/4) pukul 06.48 WIB, kondisi jalan masih disilimuti embun pagi, saya berhenti ditepi jalan lintas Bengkulu – Kepahiang, tepatnya dikawasan liku sembilan Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang. Laju kendaraan saya terhenti setelah melihat tulisan objek wisata penangkaran puspa langka milik Lembaga Peduli Puspa Langka dan Lingkungan (LP2L2) Kabupaten Kepahiang.
Pagi ini, perjalanan lebih menarik dan asyik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Karena mendatangi kebun konservasi puspa langka milik pak Holidin ketua LP2L2 Kepahiang.
Lokasinya berada tepat dipinggir jalan lintang Bengkulu – Kepahiang berjarak sekitar 75 kilometer dari Bandar Fatmawati Bengkulu. Dapat ditempuh dengan waktu perjalanan 1 jam menggunakan sepada motor dan 1,5 jam pakai kendaraan roda empat (Mobil, red).
Berada dikawasan pegunungan liku sembilan Desa Tebat Monok, yang merupakan jalan lintas sumatera membuat lokasi penangkaran puspa langka ini dapat dengan mudah dakses para pelancong.
Usahakan pengunjung tiba dilokasi konservasi LP2L2 sebelum pukul 07.00 WIB. Agar bisa mendapatkan pemandangan menarik sepanjang berjalanan, biasanya dalam perjalanan akan terdengar kicauan burung – burung liar penghuni hutan liku sembilan. Bahkan jika beruntung, saat tiba dilokasi konservasi Bunga Bangkai pengunjung dapat mendengar suara Siamang yang saling bersahutan, suaranya cukup terdengar hingga bisa jadi refres bagi indra pendengar.
Taman atau kebun konservasi LP2L2 dengan luas kurang lebih setengah hektar ini sudah memiliki 7 spesies Amorpopalus atau Bunga Bangkai. Bunga raksasa dengan ketingian bisa mencapai 194 centimeter ini, sudah ditangkarkan cukup lama oleh pengelola LP2L2, sehingga kurun waktu mekarnya sudah cukup banyak bahkan bisa setiap bulan ada yang mekar ditaman konservasi. “Sekarang ada bunga bangkai (Amorphophallus,red) yang tengah menunggu waktu mekarnya, seperti ditanggal 23 april nanti mulai mekar sempurna,” ungkap Holidin (46) ketua LP2L2 Tebat Monok Rabu (21/4).
Holidin mengatakan selain bisa melihat mekarnya Bunga Bangkai pengunjung kebun konservasinya juga bisa belajar mengani cara-cara penangkaran puspa langka, sehingga mengetahui cikal bakal bunga khas Provinsi Bengkulu ini. “Setiap pengunjung yang datang mereka bertanya soal pola penangkaran kita dengan senang hati akan menjelaskannya,” sebut Holidin.
Pak Holidin menyebutkan selai bunga Bangkai pihaknya juga tengah mencoba melakukan penangkatan bongkol bunga Rafflesia Arnoldi, bunga langka yang hanya tumbuh dikawasan hutan Provinsi Bengkulu. “Sekarang sudah ada bakal bongkolnya (Rafflesia,red) namun belum sampai ada yang mekar, karena memang masih dalam tahap percobaan,” tutur Holidin.
Penangkaran dikebun konserbasi holidin tidak menggunakan metode khusus ataupun campur-campur teknologi serta bahan kimia. Pengelola hanya berusuha menjaga kondisi habibat bakal bunga yang memang banyak tumbuh dikawasan itu, terutama untuk bunga Amorphophallus.
Sedangkan untuk bunga Rafflesia Arnoldi sendiri pihak LP2L2 mencari dikawasan hutan sekitar lokasi dengan tidak memindahkan habitatnya. Pengelola hanya membersihkan lokasi kemudian membuka akses jalan agar dapat dijangka pengunjung. (***)