Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

RIO/BE
Chairman Power China Resources Limited, Sheng Yuming didampingi jajarannya saat memberikan keterangan pers terkait PLTU Bengkulu, Jum’at (15/11).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Suksesnya pembangunan PLTU Bengkulu tidak terlepas dari Peran Pemerintah Pusat, Daerah, dan Masyarakat. Bahkan demi mencapai pembangunan PLTU ini, konstruksi dan operasi proyek ini telah memainkan peran penting bagi lingkungan sekitar yaitu menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pembangunan ekonomi.

Chairman PowerChina Resources Limited, Sheng Yuming mengaku, setelah pembangkit listrik beroperasi, maka secara otomatis akan mengurangi kekurangan daya di daerah setempat. Karena total kapasitas terpasang pada proyek ini mencapai 200 MW dengan jam pemanfaatan tahunan mencapai 7008 jam, dan jumlah listrik tahunan sebesar 1,4 miliar kWh. Untuk memaksimalkan peran pembangunan pembangkit listrik dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.

Bahkan proyek ini juga membutuhkan sebanyak 1 juta ton batu bara yang akan dibeli secara lokal. Sehingga dapat mendorong pengembangan industri batu bara lokal dan menyuntikkan semangat baru ke dalam pembangunan ekonomi lokal. Kepala pemasok batu bara perusahaan lokal BAMA ketika berpartisipasi dalam penawaran mengatakan, pasokan batu bara Bengkulu ke pembangkit listrik bengkulu akan menjadi langkah yang saling menguntungkan.

Di satu sisi, menggunakan batu bara lokal telah mengurangi biaya transportasi jarak jauh dan meningkatkan daya saing pasar, di sisi lain pengadaan batu bara lokal juga telah mengurangi biaya operasi pembangkit listrik dan meningkatkan keuntungan. Selain itu, peningkatan substansial dalam pembelian batu bara telah menyebabkan peningkatan investasi dan telah mendorong pembangunan ekonomi lokal.

Tidak hanya itu, pembangunan dan operasi proyek menciptakan sejumlah besar lapangan pekerjaan. Berdasarkan statistik, proyek PLTU Bengkulu telah menciptakan lebih dari 2.000 lapangan pekerjaan selama proses konstruksi. Statistik ketenagakerjaan Indonesia untuk paruh pertama tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran rata-rata di Indonesia pada paruh pertama tahun 2018 adalah 5,31%, sedangkan tingkat pengangguran di provinsi Bengkulu adalah 2,7%, di mana PLTU berkapasitas 2 x 100 MW berada.

Bahkan tingkat pengangguran di Bengkulu berada di peringkat ketiga terendah di seluruh Indonesia. Hal ini dapat terjadi berkat pembangunan proyek PLTU Bengkulu. Dengan jelas, kontribusi luar biasa dari pembangunan proyek Bengkulu dalam mengurangi tingkat pengangguran di Bengkulu telah secara luas diakui oleh pemerintah daerah, media dan masyarakat. Hampir 200 lapangan pekerjaan akan diberikan selama periode operasi proyek, termasuk personel manajemen profesional, personel teknis, personel keamanan, dan personel pendukung logistik yang diperlukan untuk operasi pembangkit listrik. Peningkatan lapangan pekerjaan juga berarti pendapatan ekonomi yang stabil. Proyek Bengkulu akan memainkan peran penting dan berkelanjutan dalam meningkatkan mata pencaharian masyarakat lokal.

Selain itu, PLTU Bengkulu juga akan membantu industri dan perdagangan lokal untuk mulai dan berkembang. Bengkulu adalah provinsi dengan perkembangan ekonomi yang relatif terbelakang di Indonesia, ekonomi yang utama bergantung pada kelapa sawit dan perikanan. Kekurangan daya telah membatasi pengembangan industri. Dengan pembangunan proyek PLTU 2X100 MW Bengkulu, industri batu pasir dan pabrik semen yang melengkapi konstruksi proyek, pabrik saluran air kecil, restoran kecil dan lainnya telah meningkat. Insinyur keamanan lokal proyek PLTU Bengkulu, Zulhelmi pernah berkata:

“Peningkatan tenaga listrik, peningkatan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan ekonomi, termasuk beberapa usaha kecil dan mikro” adalah dampak paling langsung dari pembangunan proyek Bengkulu untuk Bengkulu. Bersamaan dengan pembangunan proyek Bengkulu, pemerintah daerah segera mengeluarkan “Rencana Pengembangan Industri tahun 2018-2023 di Provinsi Bengkulu”.

Menurut rencana, Provinsi Bengkulu akan membangun dua taman industri selama periode 2018-2023, salah satunya adalah area pelabuhan Pulau Baai, yang berjarak kurang dari 10 kilometer dari PLTU Bengkulu. Setelah selesai dibangun, akan menjadi Taman industri utama di Bengkulu. Fokus utama pada pemprosesan awal dan pemprosesan lebih lanjut untuk kelapa sawit lokal, karet, perikanan dan produk pertanian lainnya, dan mempromosikan pengembangan industri dan perdagangan. Provinsi Bengkulu, yang telah sunyi selama bertahun-tahun akan dibangunkan kembali.(***)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*