Mendagri Minta Junaidi Cepat Cari Pendamping

Mendagri Gamawan Fauzi saat memberikan surat keputusan pelantikan jabatan Junaidi Hamsyah sebagai Gubernur Bengkulu, kemarin. RIO/BENGKULU EKSPRESS
Mendagri Gamawan Fauzi saat memberikan surat keputusan pelantikan jabatan Junaidi Hamsyah sebagai Gubernur Bengkulu, kemarin.
RIO/BENGKULU EKSPRESS

BENGKULU, BE – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur H Junaidi Hamsyah SAg MPd akhirnya resmi menjadi gubernur definitif. Ini setelah Mendagri Gamawan Fauzi mengambil sumpah jabatannya di gedung DPRD Provinsi Bengkulu, kemarin.

Setidaknya dalam kurun waktu 2 tahun ini, Junaidi menjalani 3 kali pelantikan yang dilakukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Pelantikan pertama dilakukan bersama  Agusrin M Najamudin sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur pada November 2010 lalu. Kemudian sekitar Mei 2011, Junaidi Hamsyah dilantik menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, setelah Agusrin M Najamudin dinonaktifkan. Kemarin, Junaidi Hamsyah kembali dilantik oleh Mendagri Gamawan Fauzi sebagai Gubernur Bengkulu definitif. Mendagri Gamawan Fauzi mengakui bahwa peristiwa baru pertama kali dan masih langka. “Dilantik hingga tiga kali jarang terjadi,” katanya.

Karena saat dilantik ini hanya sendiri, Mendagri meminta agar Junaidi bersiap-siap cari pendamping dengan mengajukan calon wakilnya untuk diproses sesuai prosedur.”Karena gubernur dilantik sendiri, jadi kurang indah. Siap-siap ajukan wakilnya agar Pak Gubernur tidak bekerja sendiri,” katanya.

Junaidi Hamsyah  sebelumnya Plt. Gubernur Bengkulu yang juga Wakil Gubernur Bengkulu, ditetapkan sebagai Gubernur Bengkulu melalui Keppres No.48/P/2012 untuk sisa jabatan periode 2010-2015. Ia dilantik oleh Mendagri sekitar Pukul 9.30 WIB di DPRD Provinsi Bengkulu. Setelah dilantik, Junaidi Hamsyah langsung bekerja menghadiri pelantikan Ketua TP PKK Provinsi di Gedung Daerah dan Penyerahan DIPA di Gedung Serba Guna Pemprov.

Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengatakan ia membutuhkan dukungan masyarakat Bengkulu untuk memimpin. Sebab itu, ia meminta  doa agar bisa menjalankan amanah.  “Saya minta dukungan seluruh masyarakat agar dapat memimpin dan menjalankan  amanah yang diberikan kepada saya,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melantik Junaidi Hamsyah menjadi gubernur Bengkulu menggantikan Agusrin Najamudin yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Junaidi akan menjabat Gubernur Bengkulu untuk sisa masa jabatan 2010-2015 dan akan didampingi seorang Wakil Gubernur.

Ingatkan Tidak Bermewah-mewah

Dalam kesempatan itu pula Mendagri mengingatkan agar Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah tidak bermewah-mewah dengan uang rakyat. Karena beberapa kali presiden mengaku marah melihat pejabat-pejabat bermewah-mewah rumah jabatan dan kendaraan dinas, tapi rakyatnya tidak makmur. “Rumah jabatan mewah-mewah, fasilitas mewah-mewah, tapi rakyatnya tidak makmur. Tapi, tidak di Bengkulu,” kata  Gamawan, kemarin saat memberikan sambutan usai melantik Junaidi Hamsyah menjadi gubernur definitif.

Ia mengatakan agar pengelolaan keuangan daerah  transparan, dan terbuka. Belanja daerah harus lebih banyak untuk kepentingan  publik.”Jangan banyak untuk kepentingan yang tidak penting,” katanya.

Selain itu, Mendagri mengingatkan jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat meningkatkan kinerja. Sebab dalam menjalankan otonomi daerah, provinsi Bengkulu  berada pada peringkat 26 dengan status kinerja sedang. Sedangkan dari 10 kabupaten/kota, memperoleh kinera tinggi antara lain Bengkulu Utara (BU), Kaur, Bengkulu Selatan (BS), Kepahiang, Mukomuko, Rejang Lebong (RL) dan Kota Bengkulu. Dua kabupaten memperoleh kinera  sedang antara lain Seluma, Bengkulu Tengah (Benteng) dan Lebong. “Ini hasil penelitian yang dirilis pada April 2012 lalu. “Dengan pencapaian ini membuktikan Bengkulu mampu eksis dalam melaksanakan otonomi daerah. Dengan kekayaaan yang melimpah, mulai dari pertambangan, perkebunan serta sumber daya manusia, kita berharap dapat menopang pembangunan,” katanya.

Selain itu, Junaidi juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi antar pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota. Sebab, keberadaan gubernur selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah diharus  mampu mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Berdasarkan PP No 19 dan PP no 53,  hubungan gubernur dengan  bupati/walikota adalah pembinaan dan pengawasan. “Sebab itu, kalau gubernur mengundang bupati walikota harus datang.  Ini untuk meningkatkan keselarasan dalam pembangunan, sebab dengan kompaknya provinsi dan kabupaten/kota, pembangunan akan lebih cepat,” katanya.

Ditegaskannya, agar antara gubernur dengan bupati/wali tidak pecah kongsi. Dengan pecah kongsi bisa menghambat pembangunan. “Dibeberapa daerah, yang kepala daerahnya kompak, semakin baik (Pembangunan) dan efektifitas,” katanya. Sehingga, lanjut Mendagri, Bengkulu tidak hanya terkenal dengan Bunga Raflesia dan Fatmawati sebagai penjahit bendera merah putih pertama kali, “tetapi juga terkenal dengan kemajuannya,” kata Mendagri.

Ia mengatakan, Bengkulu selain memiliki potensi gempa, ia yakin memiliki potensilain dibalik itu semua. Namun sampai saat ini belum ketemu, sebab itu agar ditemukan sumber daya alam lain, dan Sumber Daua Manusianya. “Maka, jangan bertengkar terus, rezki akan datang,” katanya.

Mendagri berpesan, untuk menggaet investasi ke Bengkulu, maka setiap kabupaten harus sudah memiliki kantor pelayanan terpadu, sehingga memberikan kepastian tarif, syarat sesuai dengan pelayanan berlaku. “Agar investasi masuk ke Bengkulu,” katanya. (100)