Memori Kelam Gempa Jelang Puasa

gempa3BENGKULU, BE – Kepanikan dialami warga Provinsi Bengkulu, kemarin. Gempa 6,1 skala richter (SR) yang mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terasa hingga Bengkulu. Di wilayah Bengkulu Utara, Mukomuko paling kuat dirasakan.
Gempa itu terjadi pukul 12.05 WIB. Pusat gempa ada di koordinat 3,41 lintang selatan dan 100,26 bujur timur atau 149 Km di tenggara Kepulauan Mentawai, dengan kedalaman 36 Km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Di Mukomuko dan Bengkulu Utara gempa dirasakan cukup keras selama 10-15 detik. Warga keluar rumah tetapi tidak menimbulkan kerusakan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kemarin.
Berdasarkan peta guncangan gempa USGS, intensitas gempa di Desa Sinaka, Pagai Selatan, yang berjarak 30 Km dari pusat gempa sebesar VI MMI. Artinya gempa dirasakan kuat. Penduduk Desa Sinaka 2.095 jiwa dan menyebar.
Di Bulasat, Pagai Selatan, yang berjarak 30 Km barat laut dari pusat gempa memiliki intensitas V-VI MMI atau gempa dirasakan sedang hingga kuat. Penduduk Desa Bulasat 2.017 jiwa dan menyebar. Sebagian besar wilayah Kecamatan Pagai Selatan adalah hutan dan berbukit.
“BPBD Mentawai masih melakukan pengecekan di Kec. Pagai Selatan. Pagai Selatan adalah salah satu pulau dari Kepulauan Mentawai. Posko BNPB terus melakukan pemantauan dan akan dilaporkan jika ada perkembangan,” ujar Sutopo.
Kekhawatiran warga Bengkulu bisa dipahami. Maklum saja, beberapa hari lalu di Tenggara Kabupaten Bener Meriah, Nangroe Aceh Darussalam diguncang gempa 6,2 SR yang membuat porak-poranda. Sebanyak 32 warga dinyatakan tewas, sebagian besar mereka adalah anak-anak dan lansia tertimpa bangunan ambruk akibat gempa. Belum lagi, Bengkulu punya memori kelam bencana gempa 12 September 2007 lalu yang juga datang menjelang puasa 1 Ramadhan. Gempa berkekuatan 7,9 SR yang berpotensi tsunami itu setidaknya enam orang yang dinyatakan telah meninggal.
“Awalnya saya tidak merasa ada gempa. Namun guncangannya semakin besar saya dan istri serta anak langsung keluar rumah dan berlari ke arah jalan raya untuk menghindar jika ada bangunan runtuh,” ujar salah seorang warga Kelurahan Bandar Ratu, Ferianto (33).
Ini mengingatkan kejadian gempa tahun 2007 lalu yang juga terjadi jelang Ramadhan.”Mudahan-mudahan tidak terulang,” tuturnya. Dia mengharapkan pemerintah melalui SKPD terkait dapat memberikan sinyal ataupun imbauan kepada masyarakat . Imbauan itu seperti apakah gempa yang  berkekuatan cukup besar ini masih akan terulang atau tidak dan lainnya sehingga masyarakat tetap waspada. “Warga Mukomuko khususnya saya masih trauma atas peristiwa gempa bumi 2007 lalu yang menyebabkan ratusan rumah runtuh. Ditambah lagi gempa yang barusan terjadi pusatnya cukup dekat dengan Mukomuko,” tutupnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, Drs H Nurngubaidi menyampaikan sumber dari BMKG gempa berkekuatan 6,1 SR itu  149 km Tenggara Kepulauan Mentawai – Sumbar dengan kedalaman 36 km dan tidak berpotensi tsunami. Kendati demikian dia tetap mengimbau kepada masyarakat supaya tetap waspada. “Tidak ada yang bisa memprediksi , kita harap masyarakat tetap waspada,” pintanya.
Kabupaten Mukomuko adalah salah satu daerah rawan bencana. Dimana daerah ini adalah salah satu jalur terjadinya gempa bumi . “ Setelah di Aceh, gempa terjadi di Mentawai dan sangat  terasa hingga ke Mukomuko. Kita harapkan waspada dan gempa susulan bisa saja kapan terjadi,” imbaunya.(900)