Memacu Pertumbuhan Investor Pasar Modal

REWA/Bengkulu Ekspress
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu, Hj Yuliswani SE ME, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri, dan Kepala BEI Bengkulu, Bayu Saputra saat membuka Investival 2018 di Kota Bengkulu, Minggu (28/10).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu (OJK) pada 2016 lalu menunjukkan nilai Literasi dan Inklusi Pasar Modal masih sangat rendah, dimana angka Literasi sebesar 4 persen dan inklusi sebesar 1 persen.

Menyikapi hal tersebut, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu (OJK) menggelar Indonesia Investment Festival (Investival) 2018 di Bencoolen Mall sejak 28 hingga 29 Oktober 2018. Kegiatan Investival ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan pasar modal di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu.

“Ini adalah penyelenggaraan Investival ke-2 di Bengkulu, dimana pada 2017 lalu juga sudah digelar kegiatan ini tujuannya agar lebih banyak investor berinvestasi di Pasar Modal,” kata Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri, Minggu (28/10).

Seperti diketahui, jumlah investor yang telah berinvestasi di Pasar Modal Bengkulu saat ini telah mencapai 3.100 orang atau mengalami peningkatan dibandingkan 2016 lalu sejak Kantor Perwakilan Bursa Efek (BEI) di Provinsi Bengkulu mulai didirikan.

Dimana pada 2016 lalu jumlah investor yang berinvestasi di Pasar Modal baru mencapai sekitar 800 orang. Angka tersebut meningkat signifikan berkat kegiatan sosialisasi dan gencarnya pendirian Galeri Investasi di Provinsi Bengkulu. “Kita berterimakasih kepada BEI karena telah mendorong pertumbuhan investor pasar modal di Bengkulu,” ujar Yan.

BEI Perwakilan Bengkulu tidak hanya telah mendorong pertumbuhan investor, secara tidak langsung telah berperan dalam peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di Bengkulu. Jika pada 2016 lalu sekitar 4 persen angka literasi dan 1 persen angka inklusi dimana dari 100 orang hanya 4 orang yang paham pasar modal dan 1 orang yang sudah memanfaatkan pasar modal, maka pada survei 2019 mendatang angkat tersebut akan berubah. Hal ini mengingat saat ini masyarakat telah banyak yang paham dan berinvestasi di Pasar modal.

“Jika masyarakat telah banyak yang mengerti apa itu pasar modal, maka jumlah orang yang berminat terjun ke pasar modal juga akan tinggi,” ungkap Yan.

Dengan tingginya investor yang berinvestasi di Pasar Modal, maka dapat mencegah masyarakat untuk tergiur dengan investasi yang ilegal (Bodong). Lebih lagi, hingga saat ini berbagai tawaran investasi bodong selalu mengintai korbannya dimana saja. Sehingga dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terkait investasi di Pasar Modal, akan menutup celah bagi investasi bodong di masyarakat. “Kita berharap kegiatan Investival 2018 ini bisa menutup celah bagi peredaran investasi bodong di Bengkulu,” tutup Yan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BEI Bengkulu, Bayu Saputra mengatakan, kegiatan Investival ini selain menumbuhkan minat masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal juga dapat mencegah masyarakat tertarik dengan investasi bodong. Apalagi kegiatan ini tidak hanya digelar di Kota Bengkulu saja akan tetapi dilaksanakan di 29 Kota di Indonesia. “Investival ke-2 ini digelar di 29 Kota di Indonesia termasuk Bengkulu, kegiatan ini dalam rangka ikut memeriahkan bulan inklusi keuangan yang jatuh setiap bulan Oktober,” kata Bayu.

Dengan memeriahkan bulan inklusi, BEI berharap inklusi pasar modal di Bengkulu bisa terus meningkat. Apalagi hingga saat ini inklusi masyarakat terhadap pasar modal di Bengkulu telah meningkat pesat. Dimana rata-rata investor yang terjun ke Pasar Modal adalah kaum milenial dengan persentase mencapai 50 persen.

“Jika selama ini banyak masyarakat berpikir berinvestasi dalam bentuk surat berharga (saham) banyak dilakukan oleh orang kaya maka itu semua tidak benar, buktinya hampir 50 persen investor yang terjun ke pasar modal adalah anak muda berumur 18 sampai 25 tahun,” terang Bayu.

Meningkatnya jumlah investor di Pasar Modal berkat langkah strategsis yang dilakukan oleh BEI salah satunya Investival 2018 ini. Berdasarkan catatan BEI pada 2017 lalu, hampir ribuan orang mengikuti kegiatan investival pertama yang digelar di Bengkulu. Hal tersebut membuktikan kalau antusiasme masyarakat terhadap produk investasi juga sangat tinggi.



“Kami berharap pada investival ke-2 ini bisa banyak juga yang berkunjung, apa lagi banyak yang ditawarkan pada kegiatan ini ada Pameran Investasi, saham dan reksa dana, stock lab, talkshow hingga doorprize menarik, makanya segera kunjungi Investival 2018 ini,” tutupnya.

Selain itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu, Hj Yuliswani SE ME mengaku, dengan digelarnya kegiatan Investival 2018 ini diharapkan dapat menekan angka investasi bodong di Bengkulu. Karena selama ini investasi bodong selalu menarik bagi masyarakat, padahal risikonya sangat tinggi.

Dengan gencarnya pelaksanaan yang dilakukan oleh OJK dan BEI diharapkan pola pikir masyarakat dapat berubah dan lebih memilih investasi yang legal yaitu di Pasar Modal. “Kegiatan ini merupakan langkah yang tepat, saya rasa memang harus terus dilakukan di Bengkulu,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*