Melihat Hari Raya Nyepi di BU, Walaupun Dibatasi Tetap Khidmat


APRIZAL/BE
Meski terbatas, upacara Melasti yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut hari raya Nyepi di Kabupaten BU berlangsung khidmat.

TIDAK seperti tahun sebelum wabah pandemi covid-19 melanda, sebab saat ini umat Hindu di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) dalam menyambut Hari Raya Nyepi 2021 dibatasi.

APRIZAL- BENGKULU EKSPRESS

MENYAMBUT Haya Nyepi 2021, Umat Hindu yang berada di Kabupaten BU menjalankan telah beberapa rangkaian ritual. Salah satunya adalah upacara melasti atau menyucikan diri, namun upacara melasti yang biasanya diikuti oleh seluruh umat hindu, akan tetapi tahun ini dibatasi.
Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten BU, Nyoman Karwiyanto mengatakan, pembatasan ini dilakukan sebagai upaya pihaknya ikut mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga untuk tahun ini rangkaian menyambut hari raya Nyepi salah satunya Upacara Melasti dibatasi, dimana setiap satu Kepala Keluarga (KK) hanya di pebolehkan 1 orang perwakilan saja. Nyoman pun menambahakan, pembatasan tersebut bukan hanya upacara melasti saja akan tetapi segala macam rangkaian upacara jelang nyepi pun dilaksanakan terbatas.
“Ya, untuk upacara melasti tahun ini kita batasi, setiap KK hanya 1 orang perwakilan saja,”kata Nyoman.
Nyoman menjelaskan, upacara melasti adalah rangaikan kegiatan penyucian diri yakni pembersihan peralatan yang disakralkan untuk dibersihkan. Dimana peralatan tersebut akan digunakan dalam acara ritual taur tesange atau upacara agung pembersihan jagat atau bumi untuk menyambut hari raya Nyepi. Dalam upacara ini umat hindu membawa pelataran yang disakralkan tersebut menuju atau diarak ke sumber air atau disebut mabeji sembari diringi dengan alunan musik gamelan khas Bali kemudian semua peralatan tersebut di bersihkan di tempat mebeji.
“Upacara melasti adalah penyucian diri, namun bukan badan kita yang dibersihkan akan tetapi peralatan yang disakralkan untuk dibersihkan. Setelah itu, barulah umat hindu melakukan persembahyangan bersama di pura,” terangnya.
Dalam perayaan Hari Nyepi, lanjut Nyoman, ada beberapa ritual yang dilakukan baik sebelum maupun sesudah Nyepi. Yakni yang pertama Upacara Melasti dilaksanakan dua hari sebelum hari raya Nyepi. Kedua, Tawur Kesange atau Mecaru yang dilaksanakan H-1 sebelum perayaan Nyepi. Kegiatan ini identik dengan pawai festival ogoh-ogoh. Ketiga, Hari Raya Nyepi, kegiatan ini dilakukan selama 24 jam, biasanya dimulai pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Umat Hindu melaksanakan empat pantangan yakni tidak boleh melakukan kegiatan, tidak boleh keluar rumah, tidak boleh mencari hiburan, dan tidak boleh menyalakan api. Keempat yang terakhir, Ngambak Geni, dilaksanakan setelah berlagsungnya kegiatan nyepi diadakan kegiatan Ngembak Geni, yaitu umat hindu bersilaturahmi ke sanak saudara. Salah satu tradisi yang seru di Hari Ngembak Geni adalah ritual Med-medan atau dikenal pula Omed-omedan.
“Semuanya ini dilakukan menyambut hari raya Nyepi. Maksudnya, agar umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan Hari Raya Nyepi,”tandasnya.(**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*