Mediasi Polemik Eks Pasar Tais Gagal

Rapat mediasi antara Pemkab Seluma dan pedagang eks Pasar Tais. Sekalipun sudah dimediasi oleh Komnas HAM, pedagang Eks Pasar Tais Tetap tidak.mau dipindahkan. Melainkan meminta pasar baru selain sembayat.

TAIS,Bengkulu Ekspress – Mediasi yang dilakukan Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM) atas pengaduan penertiban terhadap pedagang eks Pasar Tais ke Sembayat dengan Pemerintah Kabupaten Seluma, ternyata tidak menemui titik terang alias gagal. Tak ditemui kesepakatan antara kedua belah pihak sehingga polemik ini pun kembali memanas kemarin (14/8).

“Dalam laporan ini dan apa yang sudah dilakukan. kita tidak menemukan adanya pelanggaran HAM dan pastinya belum ada kesepakatan kali ini,” ujar Komisioner Komnas HAM Munafrizal Mannan kepada BE.

Munafrizal mengatakan, setelah kedatangan yang pertama ini. Direncanakan Komnas HAM kembali datang ke Kabupaten Seluma. Sebelumnya, Komnas HAM juga sudah memeriksa lokasi Pasar Sembayat yang dijadikan sebagai tempat relokasi pedagang yang baru dari Pasar Sembayat.

Dalam pertemuan mediasi yang telah berlangsung pada Selasa (13/8), pedagang eks Pasar Tais meminta agar pemda mengalokasikan pasar baru untuk penganti eks Pasar Tais yang ditutup tersebut. Dari pantauawan BE, mediasi yang di tengahi Komnas HAM ini berlangsung di ruang tertutup. Bahkan mediasi berlangsung alot. Masing-masing pihak mempertahankan argumen masing masing. Pedagang berargumen untuk tidak melakukan penutupan eks pasar tais. Sedangkan, Pemkab Seluma, tetap menegaskan penutupan eks Pasar Tais sudah sesuai dengan prosedur. Untuk relokasi pedagang sudah disediakan lokasi yang baru, yakni di Pasar Sembayat dan eks Pasar Tais sudah ditutup sejak 2016.

Kepala Dinas Peringkop dan UKM Seluma H Mulyadi Joyo Martono SSos MM mengatakan permasalahan eks Pasar Tais sudah tuntas. Karena, sejak 2016, sudah ditutup. Pedagang sudah dilarang untuk berjualan di lokasi tersebut. Lagipula, Pemkab Seluma, sudah meningkatkan fasilitas di Pasar Sembayat, agar pedagang nyaman berjualan di lokasi tersebut. Bahkan pedagangpun sudah ramai dan pembeli pun ramai memadati kawasan pasar sembayat tersebut.

“Sudah tidak ada permasalahan. Karena, saat ini semua pedagang sudah berjulan di Pasar Sembayat. Kemudian, dari 2016 sampai 2018, tidak dipungut retribusi. Kemudian, baru dipungut retribusi pada 2019 ini,” tegas Mulyadi.

Sementara itu. dua orang pedagang dari eks Pasar Tais yang sudah pindah ke Pasar Sembayat. Yakni Wiwik Susanti (44) Cahayati (55) mengatakan, penghasilan mereka bertambah setelah berjualan di Pasar Sembayat. Karena, memang pedagang yang datang lebih banyak dibandingkan tetap berjualan di eks Pasar Tais.”Seharusnya rugi pedagang yang tidak mau pindah. Karena, penghasilan meningkat lebih banyak karena pindah ke Sembayat,” tegasnya kepada BE.

Menurut Wiwik, saat ini eks pedagang Pasar Tais yang sudah pindah ke Pasar Sembayat dan sudah nyaman berjualan di Pasar Sembayat. Karena, sejumlah fasilitas juga sudah disediakan dan pembelipun sudah ramai ke Pasar Sembayat.

Asisten I Pemkab Seluma Mirin Ajib SH MH mengatakan eks Pasar Tais sudah tidak kondusif lagi. Karena dekat dengan masjid. Sebelum di pagar, halaman Mesjid Agung Baitul Falihin, digunakan untuk berjualan. Bahkan ada yang sampai berjualan di teras masjid. Ditambahkan lagi, eks pasar tais ini juga akan dibangun sejumlah fasilitas umum lainnya. Baik bagunan sekolah Islam terpadu maupun Sekolah Dasar(SD). “Pemindahan karena lokasi yang lama di Pasar Tais sudah tidak kondusif lagi,” pungkasnya. (333)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*