Mbah Metro: PMJS, Bayi Prematur Yang Lahir Dari Perselingkuhan Politik

BENGKULU,BE-  Sesepuh jawa sekaligus pendiri PMJB (Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu) Mbah Metro menegaskan bahwa Paguyuban Masyarakat Jawa Seluma (PMJS) tidak sama dengan Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB).  PMJB sendiri merupakan paguyuban masyarakat asal Jawa, yang bersatu dibawah naungan PMJB. “PMJB tidak ada dukung mendukung dalam perpolitikan. Tapi, kalau masyarakatnya sendiri silahkan,” ujar Mbah Metro.

Sedangkan Paguyuban Masyarakat Jawa Seluma (PMJS) ditegaskannya dianggap bukan bagian dari PMJB. Sebab, PMJS itu berdiri dari kepentingan perorangan. “Seharusnya tidak menggunakan nama paguyuban. Paguyuban itu sendiri mewadahi orang-orang yang berasal dari Jawa,” katanya.

Menurutnya,  dalam waktu 10 hingga 20 tahun lagi PMJS sudah tidak ada lagi di Kabupaten Seluma. Karena mereka mewadai orang-orang Jawa yang dilahirkan di Seluma, sehingga harus berganti menjadi Ikatan Jawa Seluma. “Karena yang ada, masyarakat Jawa lahir di Seluma.  Kalau ada PMJS, itu bayi yang prematur  yang lahir akibat perselingkuhan politik,” katanya.

Ia menjelaskan, tidak hanya di  Seluma. Kedepan, disetiap Kabupaten dan Kota akan berubah dari paguyuban menjadi Ikatan. Dengan alasan sudah banyak generasi Jawa yang dilahirkan di Provinsi Bengkulu. “Ikatan-ikatan itu akan terjadi di provinsi Bengkulu ini, setelah masyarakat asal Jawa (Lahir di Jawa) habis. Tetapi, ikatan-ikatan yang ada disetiap Kabupaten dan Kota nantinya tetap dalam wadah PMJB Provinsi,” jelasnya.

Ia mengatakan, PMJB Provinsi tidak memiliki batas waktu masanya. Sehingga berbeda dengan PMJB yang berkedudukan di Kabupaten dan Kota.  “Makanya, jangan samakan PMJS dan PMJB. Karena, PMJS itu tidak akan hidup lama. Harus diketahui, paguyuban itu adalah wadah masyarakat asal Jawa.(orang-orang yang dilahirkan di Jawa). Sedangkan ikatan adalah wadah individu-individu keturunan Jawa yang lahir di Sumatera,” katanya.

Sebab itu, sebagai sesepuh ia berharap semua pihak yang masih bernaung di PMJB agar mengerti arti paguyuban tersebut. Ia berharap, tidak ada pihak-pihak yang sengaja memecah belah organisasi PMJB ini. “Bila ada yang ingin membentuk organisasi untuk kepentingan politik, silahkan saja. Tapi, setelah itu harusnya sudah bubar. Jangan mengaburkan antara PMJB dan PMJS, itu namanya merusak organaisasi yang ada,” katanya. (100)