Mayat Siswi Korban Pembunuhan Diotopsi, Hasilnya Tunggu Lab

Jenazah
Kasat Reskrim dan anggotanya membantu memasukan jenazah korban ke dalam mobil ambulance, setelah selesai otopsi. (Foto JEFFRY/BE)

BENGKULU, BE – Tim dokter dari Dokkes Palembang bersama Bid Dokkes Bengkulu, melakukan otopsi terhadap jenazah Indah Permata Sari (15) warga Desa Lubuk Lagan Kecamatan Seluma Barat, korban pembunuhan di ruangan Kamboja RSUD M Yunus Bengkulu.

Otopsi terhadap jenazah korban dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB dan selesai sekitar pukul 14.30 WIB yang diketuai oleh Kompol dr Mansuri. Dimana diketahui, di bagian kepala korban memang ditemui luka bekas pukulan benda keras sebelum korban dibuang ke sungai tersebut dan kemungkinan besar saat dibuang ke sungai korban sudah tidak bernyawa lagi, akibat pukulan benda keras tersebut.

“Untuk informasi lebih lanjut belum bisa kita sampaikan karena masih menunggu proses atau hasil laboraturium, tetapi memang ada kita temukan bekas pukulan benda keras,” terang Ketua Tim Forensik Bid Dokkes Polda Sumsel, Kompol dr Mansuri, kemarin (26/2).

Sementara, untuk mengetahui apakah korban sedang hamil atau tidak, pihak tim forensik belum bisa memastikannya dan harus menunggu hasil laboratorium karena kondisi korban yang sudah tidak utuh lagi yang sedikit menyulitkan tim dokter forensik.

“Semuanya biar jelas harus menunggu hasil yang dikeluarkan dari Laboraturium nantinya sehingga tidak menimbulkan anggapan yang berbeda – beda di kalangan keluarga dan masyarakat nantinya,” ujar Mansuri.

Kapolres Seluma, AKBP Raden Tri Wahyu Budianto SIK MM didampingi Kasat Reskrim AKP Margopo SH mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum bisa membenarkan apakah korban memang meninggal saat mendapatkan pukulan benda keras apa meninggal karena tenggelam, karena dari hasil otopsi belum bisa disampaikan sebelum hasil resmi dari laboraturium keluar nantinya dan baru bisa disimpulkan korban meninggal karena apa.

“Yang jelas hasil Lab masih kita tnggu dan saat ini sudah akan dibawa ke Palembang untuk diteliti hasilnya,” bebernya.

Selain itu, mengenai korban yang katanya sedang hamil dua bulan, Kapolres juga belum bisa memastikan hal tersebut karena hasil yang pasti dari Lab belum ada sehingga lebih baik menunggu hasil yang resminya.

“Kita disini tidak mau berasumsi atau berandai-andai, kita akan berbicara yang sebenarnya setelah hasil pemeriksaan dari tim forensik Dokkes Polda Sumsel keluar nantinya yang kemungkinan dalam waktu 4 sampai 5 hari kedepan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan otopsi terhadap korban, puluhan keluarga terus menanti di luar ruangan Kamboja RSUD M Yunus, hingga proses otopsi selesai dan agar bisa segera menguburkan korban yang sudah meninggal kurang lebih 5 hari yang lalu tersebut.

Tampak juga dari pantauan BE, hingga dilakukan otopsi kemarin (26/2) keluarga korban masih merasa kehilangan dan terpukul atas kejadian tersebut, hal itu tampak dari wajah orang tua dan sanak famili korban yang masih melamun dan tampak juga keluarga korban yang terus berdatangan ke ruangan otopsi Rumah Sakit Umum guna melihat dan menyaksikan langsung korban dimandikan dan dikafani.

Selanjutnya, mayat korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Kepala Desa Lubuk Lagan Seluma Barat. Serta sesuai kesepakatan keluarga mayat langsung dimakamkan Minggu sore kamarin di TPU Desa Lubuk Lagan. “Usai diotopsi jenazah korban langsung dibawa keluarga untuk di kebumikan di TPU,” ujar Kapolres.

Sementara dalam kasus ini, korban Indah Permata Sari diduga dibunuh oleh kekasihnya La (16), warga di Kecamatan Lubuk Sandi pada Selasa (21/2) lalu, saat korban diajak mandi di kawasan wisata Curug Tiga Desa Napal Jungur Kecamatan Lubuk Sandi.

Kasat Reskrim mengatakan, selain memeriksa tersangka, polisi juga sudah memeriksa saksi lainnya, yakkni rekan korban dan tersangka yang juga bersama-sama mandi di kawasan tersebut.

“Panggilan terhadap saksi lain sudah disampaikan, termasuk rekan korban saat mendatangi lokasi sebelum kejadian juga akan dipanggil sebagai saksi,” demikian Kasat.(333)