Masyarakat Minta Pagar Pengaman Jalan

ARY/Bengkulu Ekspress
Jalan lintas Curup Lubuklinggau yang dikenal dengan tingkungan tiga beradik di Desa Suban Ayam yang rawan kecelakaan. Untuk meminimalisir korban kecelakaan warga mengharapkan pemasangan pagar pengaman jalan.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Guna meminimalisir korban kecelakaan khususnya dari warga setempat, warga Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang Lebong mengharapkan adanya pembangunan pagar pengaman jalan atau guard rail di sepanjang tikungan tiga beradik. Menurut Yudi (28), perlunya pemasangan pagar pengaman jalan di lokasi tergulingnya bus rombongan ibu-ibu pengajian Minggu (20/1) kemarin. Karena memang di kawasan tersebut memang rawan kecelakaan. Sehingga dengan adanya pagar pengaman jalan bisa meminimalisir terjadinya korban khususnya dari warga yang rumahnya di kawasan tersebut.

“Kami berharap adanya pagar besi pembatas jalan, karena di lokasi ini memang kerap terjadi kecelakan,” terang Yudi.

Saat terjadi kecelakaan, seperti mobil tersebut, maka menurutnya tak jarang mobil yang mengalami kecelakaan tersebut masuk ke halaman rumah warga seperti yang terjadi pada Minggu kemarin. Maka dengan adanya pagar pembatas tersebut bila ada kecelakaan, bisa meminimalisir jatuhnya terutama dari warga yang rumahnya dikawasan tersebut.

Tak hanya membutuhkan pagar pengaman jalan, dikawasan tersebut menurutnya saat malam hari sangat gelap karena tidak adanya lampu penerangan jalan. Gelapnya kondisi jalan tersebut menurutnya kerap mencelakakan pengendara.”Kami juga mengharapkan adanya penerangan jalan, karena saat malam hari gelap sekali dan bisa memicu terjadinya kecelakaan,” sampainya.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK melalui Kasat Lantas AKP Henryanto P Hutasoit SIK menjelaskan hingga kemarin pihaknya masih melakukan pemeriksan terkait dengan kecelakaan bus yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

“Hingga saat ini kita telah memeriksaan sejumlah saksi termasuk pengemudinya,” sampai AKP Henry saat dikonfirmasi Senin (21/1) kemarin.

Dijelaskan Kasat Lantas, hingga kemarin meskipun sang sopir masih mereka tahan, namun statusnya masih sebagai saksi hanya saja bila dari hasil pemeriksaan yang mereka lakukan ternyata ada unsur kelalaian dari pengemudi, maka bisa saja statusnya mereka tingkatkan dari saksi menjadi tersangka.

Kemudian terkait dengan kandungan ampetamin yang terkandung dalam urine sang sopir, menurut Kasat pihaknya akan berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polres Rejang Lebong. Hanya saja menurut Kasat, bisa saja kandungan ampetamin tersebut berasal dari minuman berenergi atau obat seperti obat batuk yang bisa dikonsumsi sopir sebelum mengemudi. “Kalau untuk urine sopir yang diduga mengandung zat-zat yang melawan undang-undang kita akan berkoordinasi dengan Sat Narkoba, selain itu bisa saja zat tersebut dari minuman bernergi atau obat batuk yang dikonsumsinya,” jelas Kasat.

Di sisi lain, terkait dengan rambu-rambu lalulintas sendiri, menurut Kasat dilokasi tergulingnya mobil tersebut sudah sangat memadai, hanya saja menurut Kasat bagaimana kejelian dari pengemudi untuk memperhatikannya. Selain itu, Kasat juga menyampaikan bahwa sebagian besar kendaraan yang mengalami kecelakaan dikawasan tersebut adalah kendaraan dari luar Rejang Lebong yang belum menguasai jalan. Sehingga mereka awalnya mengira turunan dikawasan tersebut hanya turunan biasa, namun bila dari arah Kota Lubuklinggau turunannya sangat curam dan menikung ke kiri.

“Kalau untuk pemasangan pagar pengaman jalan, tentunya kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait terlebih dahulu, mengingat jalan tersebut adalah jalan nasional,” demikian Kasat Lantas. Seperti yang kita ketahui, Minggu pagi kemarin satu dari tiga bus rombongan ibu-ibu pengajian dari Desa Kali Bening Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musirawas Sumatera Selatan terguling di tingkungan tiga beradik yang ada di Dusun III Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang. Dalam kejadian tersebut satu korban meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka ringan dan luka berat.(251)