Masyarakat Masih Mandi di Sungai

AMEN,BE – Kebiasaan masyarakat kabupaten Lebong menggunakan sungai sebagai sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) masih tetap berlangsung hingga sekarang. Rumah warga banyak belum dilengkapi rumah dan WC. Hal ini menjadi perhatian serius
Dinas Kesehatan. Karena kebiasaan itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan mengotori sungai.

Diungkapkan kepala dinas Kesehatan Lebong dr H Iwan Suwarsa M.Kes kebiasaan masyarakat memanfaatkan aliran sungai sebagai WC umum berpotensi menimbulkan penyakit. Sebab penggunaan air yang tercemar dapat menimbulkan Diare, Demam tifus, Kolera dan Penyakit Hepatitis A.

“Berdasarkan penelitian penggunaan Air yang tercemar oleh mikroba, dari 100 ribu bayi yang lahir 75 diantaranya meninggal sebelum menginjak usia 5 tahun akibat diare. Setiap tahun 15 ribu anak indonesia meninggal akibat diare,” jelas dr Iwan.

Ditambahkan dr Iwan, upaya untuk mengubah prilaku masyarakat itu dengan membangun sarana sanitasi memadai. Minimal di setiap rumah harus ada WC, sehingga prilaku warga membuang hajat di sungai bisa berkurang. “Pembuatan WC umum di pemukiman penduduk harus segera kita lakukan,untuk mecegah penyakit. Kita dari dinas Kesehatan sudah berupaya memberikan informasi- informasi kepada masyarakat agar di setiap rumah memiliki WC,” tambah Iwan.

Sanitasi dipemukiman penduduk lanjut dr. Iwan memerlukan perencanaan dan partisipasi masyarakat. Selain itu masyarakat juga harus bisa mengubah kebiasaan melakukan MCK di sungai.”Perlu diketahui bahwa 94 % kejadian diare karena faktor lingkungan, berupa mengkonsumsi air yang tidak sehat dan sanitasi yang buruk. Maka modal utama untuk menjaga lingkungan ini kesadaran dan kemauan dari diri sendiri,” pungkas dr Iwan.(777)