Masuk Pantai Panjang Gratis

 RIO-PANTAI PANJANG WISATA FAVORIT - (1)
BENGKULU, BE – Para pengunjung wisata Pantai Panjang Bengkulu tidak perlu mengeluarkan uang pada lebaran lebaran ini, karena Dinas Pariwisata dan Perekonomian Kreatif (Disparekraf) Kota Bengkulu memastikan masuk wisata Pantai Panjang gratis alias tidak dipungut biaya apapun, kecuali biaya parkir kendaraan.

“Sampai saat ini belum ada instruksi untuk masuk Pantai Panjang membayar, jadi dipastikan saat lebaran nanti para pengunjung gratis untuk berkunjung keluar masuk ke wisata tersebut,” kata Kadis Disparekraf Kota Bengkulu, Toni Elfian, Minggu (26/6).

Ia mengatakan, bayaran tetap ada yaitu dari parkir. Tetapi hal tersebut dilakukan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Bengkulu, sedangkan dari Dispar sendiri untuk wisata sendiri tidak akan dipungut biaya. “Dengan gratisnya berwisata ke Pantai Panjang, diharapkan para pengunjung dapat tertib dan menanamkan sikap menjaga dengan tidak merusak fasilitas yang ada,” harapnya.

Dilanjutkannya, diperkirakan Pantai Panjang Bengkulu saat lebaran nantinya akan dipadati pengunjung sekitar ribuan orang, sehingga dikhawatirkan para pengunjung melakukan hal-hal yang dapat merusak pemandangan di pantai tersebut, seperti membuang sampah sembarangan, mencoret-coret bangunan dan merusak fasilitas lainnya.

“Selain itu, kita harapkan para pengunjung lebih berhati-hati bermain di pantai, mengingat kondisi laut yang berbahaya. Khususnya bagi yang mempunyai anak harus lebih dijaga benar-benar,” jelasnya.

Para pengunjung yang membawa kendaraan, diharapkan dapat menambah keamanan kendaraan. Seperti membawa kunci gembok untuk sepeda motor, serta menambah kunci alarm untuk kendaraan mobil.

“Keramaian yang ada nantinya sulit untuk dikontrol, sehingga pengunjung harus dapat menjaga dirinya masing-masing. Baik dari bahaya untuk dirinya sendiri maupun keamanan kendaraan,” paparnya.

Titik keramaian di objek wisata Pantai Panjang Bengkulu, yaitu di Pasir Putih, Sport Center dan Pantai Jakat. Keramaian yang diprediksi paling padat adalah di Pantai Jakat, karena para pengunjung dari luar daerah dipastikan akan mandi di pantai ini. “Di Pantai nanti diprediksi titik pengunjung terbanyak adalah di Pantai Jakat, namun untuk titik lainnya tak menutup kemungkinan juga akan dipadati pengunjung,” pungkasnya.

Berikan Lapak Gratis
Selain itu, Diparekraf Kota Bengkulu juga menyiapkan satu titik lapak yang digratiskan bagi pedagang yang berjualan. Menurut Kepala Disparekraf, Toni Elfian fasilitas ini menjadi inisiatif pihak pemerintah kota dalam memberikan kenyamanan dalam berdagang di hari raya, yang nantinya akan diletakkan di kawasan wisata Pantai Panjang.

“Kita berencana akan ada satu spot atau lokasi yang memang di gratiskan,” kata Toni.

Lanjutnya, sejauh ini lokasi yang dirasakan tepat yakni di depan Hotel Rafles City, karena memiliki lahan lokasi yang strategis di bawah pohon cemara yang rindang.

“Hanya saja kemungkinan tempat itu akan kita pelajari dulu dan masih akan kita rapatkan,” tukasnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, pengelolaan lapak berdagang di kawasan pantai selama hari raya lebaran ini akan diserahkan ke pihak ketiga. Namun pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota melalui para juru parkir yang berada di titik parkir kawasan Pantai Panjang tersebut.

Meski dikhawatrikan timbulnya konflik antara pedagang dengan para jukir, Toni mengaku pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan pertemuan bersama untuk menjelaskan tata kelola selama hari lebaran berlangsung.

“Kita sudah mengumpulkan antara jukir dengan pedagang yang menyewa itu agar sama-sama menjaga,” terang Toni.

Lebih lanjut dijelaskan Toni, dalam perayaan hari raya lebaran di tahun ini tidak terlalu memprioritaskan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tetapi akan mendahulukan kenyamanan dan keamanan masyarakat baik yang berdagang maupun para pengunjung.

Menurutnya, jika kenyamanan, kebersihan dan keamanan di lokasi wisata mampu dijaga dengan baik, maka wisata tersebut akan selalu ramai di kunjungi orang, sehingga tanpa disadari hal ini pun juga bisa mendongkrak kenaikan PAD.

“Untuk PAD itu nomor 2, yang penting itu keamanan dan kenyamanan dulu, karena kalau diharapkan PAD pun juga sangat kecil,” pungkasnya. (805/722)