Massa Sultan vs massa Mujiono Bersaing Dulang Kemenangan

Sultan dan Mujiono saat berorasi di depan ribuan pendukungnya saat kampanye baru-baru ini

BENGKULU, BE – Massa pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Sultan Bahtiar Najamuddin– Mujiono menggunakan kreatifitasnya untuk mendulang suara pada 9 Desember mendatang. Massa cagub dan cawagub ini berkampanye dan menarik massa sendiri-sendiri. Sultan dan Mujiono sendiri tampak bersaing menunjukkan massanya, bahkan jika kedua massa dari pasangan ini disatukan, dipastikan massa paslon nomor urut 2 ini tak bisa dibendung lagi.

Figur Sultan yang merupakan putra daerah asli membuat namanya tak asing lagi, selalu dielu-elukan oleh kaum ibu-ibu dan disayangi oleh kaum pemuda dan anak-anak membuat setiap pertemuan dan roadshownya selalu dipadati ribuan massa. Bahkan saat kampanye di Kabupaten Kaur, saking militannya massa Sultan pun tak bergeming saat hujan deras dan malah berhujan-hujanan kegirangan demi memberikan semangat serta dukungan pada sang pemenang.

“Sultan putra daerah Bengkulu, tahu banyak kebutuhan Bengkulu. Dan yang paling penting Sultan sudah memberikan bukti dan sudah berbuat untuk Bengkulu ketika yang lain masih berjanji. Pilih yang sudah terbukti, pilihan kita hanya putra daerah yang pastilah akan membangun daerahnya, karena bagi Sultan sebagai keturunan orang Bengkulu tulen, Bengkulu adalah rumahnya,” kata Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Kaur, Syam Hardi Saleh saat kampanye Sultan di Kaur beberapa waktu lalu.

Kampanye Sultan di daerah-daerah lain juga tak kalah heboh dan ramai. Misalnya di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Lebong hingga Rejang Lebong yang dianggap sebagai basis massa lawan, Sultan pun berhasil menaklukkan masyarakat untuk memilihnya.

Tak main-main, jam terbang Sultan yang sudah sangat tinggi karena memiliki jaringan yang luas baik nasional bahkan relasi di Internasional, membuat Sultan menjadi istimewa. Figur Sultan mampu menyatukan Bengkulu, nama-nama tokoh-tokoh Bengkulu berhasil dia himpun dan bahkan tetap setia membantu Sultan mendulang suara seperti mantan Bupati Kepahiang Bando Amin C Kader, mantan Bupati Mukomuko Ichwan Yunus, tiga mantan sekda terbaik di Bengkulu Asnawi A Lamat, Hamsir Lair, dan Salman Rupni dan sederet nama-nama penting lainnya.
Menariknya hal bertentangan terjadi dimana anak kandung mantan Gubernur Bengkulu Soeprapto, Agus Suprapto malah setia menemani Sultan menarik suara masyarakat padahal sosok ayahnya dielu-elukan kandidat lawan, Ridwan Mukti.

“Jika dulu keluarga Soeprapto mendukung Agusrin dan beliau menang, dukungan kami tak berpaling untuk Sultan dan pasti akan menang. Karena saya yakin beliau juga akan mampu membangun Bengkulu dengan gebrakan-gebrakan baru,” kata Agus Soeprapto saat memberikan orasi di roadshow Sultan.

Jika Sultan mampu merangkul kalangan elite, pentolan-pentolan komunitas, organisasi dan sebagainya serta pemuka-pemuka masyarakat, Mujiono mulai menunjukkan taringnya. Kader terbaik pilihan PDIP ini semakin memamerkan kemampuannya bahwa tidak hanya Sultan yang bisa menjadi role mode dalam pemilihan ini. Mujiono dengan basis massa Jawa-nya semakin Solid menuju Bengkulu bersatu untuk menangkan nomor urut dua, Sultan – Mujiono.

Mujiono bahkan sering terpantau media door to door kampanye di pelosok-pelosok Bengkulu, sosok ini tak pernah menyerah meski jalan dan medan yang ia lalui berjam-jam dan sulit untuk ditempuh sekalipun, tetap ia kunjungi.

Tokoh-tokoh Jawa berhasil ditaklukan oleh Mujiono, bahkan tokoh Jawa di Mukomuko, Mbah Umar yakin bahwa di beberapa tempat yang memiliki masa Jawa dapat dipastikan Mujiono unggul.

“Masyarakat Jawa sudah dapat dipastikan memilih Mujiono yang asli Mukomuko dan dari etnis Jawa. Saya pikir orang jawa yang tidak memilih Mujiono sudah kehilangan kejawaannya. kesempatan tidak datang dua kali, kapan lagi mengangkat derajat masyarakat Jawa kalau bukan mereka sendiri,” ceritanya.

Lain Sultan dan Mujiono, lain pula yang dilakukan oleh kakak kandung Sultan yang juga Gubernur Bengkulu periode sebelumnya, Agusrin Maryono Najamuddin. Sosok yang dianggap pahlawan bagi petani ini melengkapi perjuangan Sultan – Mujiono. Dia bergerilya dengan gerakan yang tidak pernah bisa dibaca dalam menarik massa melengkapi Sultan yang merangkul kalangan atas dan umum, Mujiono kalangan menengah dan menengah kebawah, maka Asgurin dengan pamornya yang masih sangat tinggi memastikan kalangan ke bawah seperti buruh, petani dan lainnya bersatu pada nomor dua.

“Bukan karena hubungan Sultan sebagai adik kandung saya, bukan karena permintaan Sultan terhadap saya, bukan karena itu. Karena tidak ada pilihan lain, hanya Sultan yang tinggal, dari putera terbaik daerah yang lain seperti Bando Amin, Suherman, Imron dan Junaidi Hamsyah. Saya tidak mau Bengkulu ini jatuh ke tangan orang lain, sementara masih ada penerus Bengkulu yang mampu. Dan saya tidak mau Bengkulu disebut lagi sebagai daerah tertinggal seolah-olah gubernur dan bupati sebanyak ini di Bengkulu tidak bekerja, saya terlanjur sakit hati dan kecewa. Karena itu saya turun dan ikut kampanye, saya pastikan kalau sudah turun kita harus menang atas nama Bengkulu,” tutupnya.(400)