Maskot MTQ Diprotes

MUKOMUKO,Bengkulu Ekspress – Desain rencana maskot/ikon MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) yang mulai disosialisasikan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko, mendapat protes dari seniman Kabupaten Mukomuko. Maskot berbentuk Ayam Brugo sedang memegang bendera MTQ dan carano (tempat sirih persembahan) itu dinilai tidak bisa langsung ditetapkan. Penetapan maskot atau logo semestinya melalui pengadaan penetapan atau sayembara.

Hendra Cipta yang merupakan pencipta logo Pemkab Mukomuko menyampaikan, ”Itukan kegiatan pemerintah seharusnya dilakukan pengadaan atau sayembara, seperti yang dilakukan Pemkab Mukomuko ketika akan menetapkan logo Kabupaten.”

Hendra menuturkan, menciptakan ataupun melahirkan suatu hasil seni seharusnya dilakukan melalui mekanisme dan prosedur serta asas demokrasi. Menurutnya, untuk meluncurkan hingga menetapkan suatu seni bisa dilakukan pemerintah melalui pengadaan, penunjukan langsung dan sayembara. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka tidak ada yang bisa diberikan kesimpulan.

Hendra juga menyampaikan, secara seni jika rencana desain Maskot itu nantinya digunakan untuk kegiatan pemerintah dan diperuntukan bagi umum. Ia selaku salah seorang seniman tidak mempermasalahkan, tetapi secara asas di nilai salah. Dicontohkannya desain maskot itu Ayam Brugo. Apabila dimintai tanggapan,saran dan lainnya dari per individu dipastikan berbeda-beda.

“Desain Maskot itu katanya Ayam Brugo, tetapi menurut saya bukan. Melainkan ayam dari wilayah barat. Orang lainnya mungkin tidak menerima yang saya sampaikan. Inilah pentingnya dalam mengapresiasi dan menilai suatu seni dilakukan asas demokrasi, mekanisme dan prosedur yang ada. Tidak bisa dilakukan melalui rembuk bersama,” bebernya.



Ia juga menyampaikan, untuk melahirkan suatu seni dan memberikan penilaian tidak bisa sembarangan orang, melainkan orang yang telah berpengalaman dan memiliki jiwa seni.

“Tidak bisa juga tiba-tiba muncul karya dari hal gratis, seperti untuk pembangunan suatu bangunan. Terlebih dahulu dilakukan perencanaan yang melibatkan konsultan yang merancang dan ada anggarannya. Ini hanya sebatas kritikan untuk hal yang sangat positif, bukan untuk mempolemikkan terkait rencana desain Maskot MTQ tersebut,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko H Ajamalus MH, ketika dikonfirmasi menyampaikan, desain rencana maskot/ikon itu belum bersifat final. Kemenag mengharapkan adanya masukan,saran dan lainnya dari seluruh elemen masyarakat terkait desain tersebut sebelum nantinya benar-benar difinalkan dan disepakati bersama.

Ia menjelaskan Maskot yang otentik ke gambar ayam Brugo. Dengan berbagai pertimbangan filosofi dan artinya Ayam Brugo berkokok diwaktu fajar membangunkan umat muslim untuk menunaikan ibadah Salat Subuh dan memulai beraktifitas. Bendera MTQ yang dikibarkan memaknai berkibar dan bergeloranya semangat masyarakat Mukomuko, untuk mendukung dan mensukseskan MTQ ke-34 dalam mewujudkan generasi yang Qurani.

Sedangkan, sirih persembahan (Carano) memaknai masyarakat Kabupaten Mukomuko, kaya dan sarat dengan adat istiadat yang bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah ,tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan yang terkenal dengan sebutan “Kapuang Sakti Ratau Batuah.” (900)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*