Masing-Masing Keluarga Dapat 2 Miliar

duit
foto : ist

JAKARTA, Bengkulu Ekspress– Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT -610 menggelar prosesi tabur bungan di lokasi jatuhnya pesawat tersebut 1 tahun yang lalu kemarin (29/10). Acara difasilitasi oleh Lion Air dan TNI AL. Total 243 anggota keluarga dari penumpang dan kru diangkut dengan KRI Semarang menuju ke lokasi jatuhnya Pesawat Boeing 737 Max 20 kilometer di lepas perairan Karawang.

“Setahun lalu tepat hari ini kami mengingat saudara kami dan rekan-rekan kami telah mendahului melalui kecelakaan JT-610,” kata Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait selepas turun dari kapal.

Ia meminta maaf tidak bisa menyertakan media karena menginginkan agar prosesi tabur bunga berlangsung khidmat. Selain itu, menurutnya kapasitas kapal tidak memadai.  Dalam acara tersebut, dua pejabat tinggi Boeing juga turut serta. Yakni Stanley A. Deal, Executive Vice President, Boeing yang juga President dan CEO  Boeing Commercial Airplanes serta Ihssane Mounir, Senior Vice President of Commercial Sales & Marketing, The Boeing Company

Berbicara atas nama Boeing, Pengacara Ibrahim Senen mengungkapkan pihak Beoing sudah menyiapkan dana sekitar 50 juta dolar untuk diberikan pada keluarga korban. Masing-masing keluarga korban akan mendapatkan sekitar 144.500 dollar AS atau sekitar Rp. 2 miliar. “Nanti juga ada bantuan beasiswa untuk keluarga korban. Ini sifatnya sukarela jadi tidak ada kewajiban bagi para keluarga untuk berpartisipasi,” jelasnya.

Dana disediakan oleh Boeing hingga 31 Desember 2019. Ibrahim mengatakan pihaknya akan mengkontak seluruh ahli waris. “Untuk ahli waris yang belum dihubungi pihak Boeing dapat menghubungi kami untuk bekerjasama memasukkan permohonan untuk bantuan tersebut,” jelasnya.

Ibrahim mengatakan, dana santunan Boeing 25 orang orang ahli waris sudah menerima santunan sementara 40 sedang dalam proses.  “Sisanya masih menunggu pihak keluarga menghubungi atau keluarga korban secara proaktif menghubungi kami,” katanya.

Meski demikian, beberapa keluarga korban masih belum mau menerima dana santunan tersebut. Salah satu keluarga korban, Sony perwakilan dari Syahruddin, salah satu penumpang, asal Tangerang mengatakan  bahwa pihaknya belum mengambil santunan tersebut. “Sengaja tidak ngambil dulu karena beberapa faktor,” katanya. Namun ia menolak menyebutkan apa alasan tersebut.  Namun demikian, beberapa keluarga korban juga menyatakan sudah menerima santunan dari Lion Air.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal menyampaikan bahwa instansinya mendukung Lion Air dalam agenda satu tahun pasca jatuhnya Lion Air JT-610. ”Bersama keluarga korban mengadakan acara doa bersama sekaligus tabur Bunga di lokasi kejadian,” ungkap dia kemarin.



Dalam agenda tersebut, TNI AL memfasilitasi satu unit kapal. Yakni KRI Semarang-594. Zaenal menjelaskan, pelayaran berlangsung dari Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju Perairan Karawang, Jawa Barat. ”Doa bersama dilanjutkan tabur bunga dilaksanakan di tengah laut Perairan Karawang,” imbuhnya.

Tepat satu tahun lalu, lanjut Zaenal, TNI AL mengerahkan berbagai unsur kapal yang mereka miliki untuk membantu pencarian JT-610 yang jatuh dan hilang Senin, 29 Oktober tahun lalu. ”Saat itu kami membantu Basarnas,” kata dia. Kemarin, matra laut bersama keluarga dan kerabat korban mendoakan para korban dari atas KRI Semarang-594.

Selain keluarga dan kerabat korban, turut hadir hadir Ketua KNKT Haryono Satmiko, Deputi Operasi Basarnas Mayjen TNI Nugroho Budi, Wakil Asops KSAU Marsekal Pertama TNI Bowo Budiarto, serta Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait. Beberapa pejabat terasa Mabes AL dan Komando Armada I juga ikut serta mewakili instansi masing-masing. (tau/syn)