Masih Impor Kedelai, Lemahnya Rupiah Picu Naiknya Harga Tempe

bengkuluekspress.com – Dari data Paskomnas (Pasar Komoditi Nasional) Indonesia Provinsi Bengkulu, pada tahun 2015 permintaan bahan pangan tempe per harinya seberat 36,4 ton dengan diikuti oleh bahan pangan tahu dengan seberat 35,9 ton/hari.Menurut Direktur Pengembangan Agribisnis Paskomnas Indonesia Soekam Pawardi, kenaikan permintaan bahan dapur itu seiring dengan kebutuhan dapur yang saat ini meningkat. Terlebih menjelang lebaran ini para pengusaha yang membutuhkan kedelai untuk memproduksi tempe juga meningkat.Tak hanya itu, lemahnya rupiah dapat juga berdampak pada bahan pangan ini dikarenakan komoditas ini memang sangat bergantung terhadap nasib nilai tukar mata uang Rupiah, pasalnya hingga saat ini sebagian besar bahan kedelai ini masih diimpor.”Otomatis mulai naik harganya, nanti mungkin. Tapi indikasi sekarang mulai agak langka. Karena kalau mau naik harga kedelai, emang gitu jadi langka,” terang Soekam saat menghadiri Rapat Kordinasi Wilayah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Se- Sumatera di Hotel Grage Horison, Senin (19/05).

Soekam melanjutkan, setelah kelangkaan tersebut biasanya akan diikuti juga dengan kenaikan harga. Diprediksi kenaikan harga kedelai akan mencapai 10-15 persen.

“Kenaikannya mungkin 5-10 persen. Tentu ini akan berpengaruh juga sama harga tempe dan tahu. Kenaikannya mungkin akan mengikuti,” imbuhnya. (Ronal)