Masih Ada Warga Buat Jamban Buang ke Irigasi

Camat Pasar Manna saat menghadiri musyawarah desa Batu Lambang dan mendapati adanya keluhan warga membuang kotoran tinja ke tebat gelumpai baru-baru ini.

PASAR MANNA, bengkuluekspress.com – Meskipun Pemda Bengkulu Selatan (BS) melalui Dinas Kesehatan selalu mengajak masyarakat untuk selalu membuang tinja ke jamban, sehingga tinja tersebut tidak menganggu lingkungan. Namun lain halnya dengan di Desa Batu Lambang, Pasar Manna. Pasalnya, meskipun warga sudah memiliki jamban. Akan tetapi tidak membuat tempat pembuangan tinja. Mereka membuang tinjanya dengan disalurkan ke irigasi Tebat Gelumpai.

“Keluhan ini sudah disampaikan warga ke kami,” kata Camat Kecamatan Pasar Manna, Mimi Herawati SPd MSi.

Dikatakan Mimi, ada sekitar 30 warga yang membuat jamban dengan kotoran tinjanya di buang ke irigasi Tebat Gelumpai. Padahal tebat gelumpai tersebut, selain untuk irigasi juga menjadi tempat obyek wisata. Sehingga menganggu keindahan lingkungan. Sebab tinja yang dibuang ke irigasi menyebabkan air di tebat gelumpai tidak bersih lagi dan bau.

“Kalau kotoran tinja di buang ke tebat gelumpai, maka warga tidak akan mau ke tebat gelumpai, padahal itu obyek wisata,” ujarnya.

Dijelaskan Mimi dari keterangan warga, mereka terpaksa tidak membuat tempat penampungan tinja. Lantaran di daerah tersebut rawa. Sehingga saat tanah digali selalu digenangi air. Hingga akhirnya mereka terpaksa membuang saluran tinja ke tebat gelumpai. Atas keluhan ini, sambung Mimi, ke depan pihaknya akan memanggil beberapa masyarakat tersebut dan juga Pemerintah Desa. Sehingga nanti dapat dicarikan solusi bersama, agar tidak ada lagi warga yang membuang tinjanya ke irigasi tebat gelumpai.

“Kami juga akan koordinasikan ke instansi terkait untuk mencarikan solusi terbaik, agar warga tidak lagi membuat saluran pembuangan tinja dari jambannya ke tebat gelumpai,” demikian Mimi. (369)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*