Masih Ada Kelompok Lain Ingin Jatuhkan Bupati Bengkulu Selatan

Dirwan: Mereka Sering Menggelar Rapat

Bupati Bengkulu Selatan (BS), H Dirwan Mahmud SH
Bupati Bengkulu Selatan (BS), H Dirwan Mahmud SH

KOTA MANNA, BE – Meskipun Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu sudah menetapkan 7 tersangka dalam kasus penjebakan dirinya, dengan ditemukannya narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di ruang kerjanya 10 Mei 2016 lalu, Bupati Bengkulu Selatan (BS), H Dirwan Mahmud SH belum puas.

Pasalnya menyakini masih ada kelompok lain yang belum ditetapkan tersangka yang ingin menjatuhkan dirinya.

“Saya mengira bukan hanya 7 itu saya pelakunya, namun masih ada kelompok lain yang harusnya ikut menjadi tersangka,” duga Dirwan.

Menurut Dirwan, dari informasi yang beredar, para pelaku lain yang menurutnya kelompok lain, selain kelompok para tersangka tersebut, juga terlibat dalam upaya peletakan narkoba di ruang kerjanya.

Pasalnya sebelum penggeledahan di ruang kerjanya, para kelompok lain yang disebutnya sebagai kelompok pendukung dan pembiaran terhadap perbuatan tersebut. “Mungkin saja ketujuh tersangka ini eksekutornya, sedangkan pelaku lainnya merupakan pendukung upaya tersebut, yang juga ingin mencelakakan saya,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, para pelaku lainnya tersebut, diduga ikut menggelar rapat-rapat untuk menentukan strategi, ada diantaranya memunculkan ide. Bahkan ada yang melihat dan pernah memegang narkoba tersebut sebelum diletakan di ruang kerjanya. “Mereka yang ikut-ikut rapat dan mengetahui rencana itu harusnya juga ditetapkan tersangka dong,” harap Dirwan.

Oleh karena itu, Dirwan berharap, BNN tidak hanya terbatas pada 7 tersangka itu saja, namun terus mengembangkan kasus tersebut, hingga semua yang terlibat ditangkap semua. Sehingga nanti tidak membuat ulah lagi.

“Menurut saya lebih dari satu lagi pelakunya, namun untuk pastinya silakan BNN mengusutnya hingga tuntas,” tandas Dirwan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Masyarakat Peduli Kehormatan Bengkulu Selatan (FMPKBS), Samsu Hermanto SH. Ia juga mensinyalir masih ada pelaku lainnya yang belum diungkap oleh BNN. Pasalnya, sambung Samsu, sebelum peletakan narkoba di ruang kerja Bupati, para pelaku ini sering menggelar pertemuan. Bahkan ada yang pernah memegang narkoba tersebut, sebelum diletakan di ruang kerja Bupati.

“Saya sependapat dengan Pak Bupati, BNN jangan hanya terfokus pada ketujuh 7 tersangka itu, namun terus mengembangkan kasus ini hingga semua yang terlibat juga dijadikan tersangka,” kata lelaki yang akrab disapa To Zuar ini.(369)