Masa Pandemi Covid-19, Pedagang Mainan Beralih Jual Masker

Laras/BE
Septi Hesni (35) penjual masker di Pantai Panjang

BENGKULU, BE– Merebaknya virus corona telah berdampak pada perekonomian masyarakat. banyak pedagang yang harus mencari akal agar tetap mendapat penghasilan karena dagangannya sudah tidak laku. Salah satunya Pedaganag mainan di pasar malam, Septi Hesni (35) yang banting setir menjadi penjual masker.
Hesni mengatakan dulunya ia berjualan mainan di Pasar Malam, namun karena pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pasar malam ditutup. Akibatnya ia berjualan masker karena
melihat peluang berjualan masker kain sangat menjanjikan. “Masker sudah menjadi barang wajib yang harus dimiliki masyarakat di tengah wabah Covid-19, jadi pasti banyak yang beli. Modal berjualan masker pun tidak terlalu besar,” ujar Septi, Kamis (17/9).
Menjual masker kain dilakoninya sejak April lalu. Ia berjualan di depan Sport Center Pantai Panjang, karena ramai dan dekat dengan posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Di sana petugas gabungan yakni TNI, Polri dan Satpol PP merazia kendaraan yang tidak menggunakan masker. Dari situlah Hesni mendapatkan keuntungan. “Saya menjual masker kepada pengendara yang dirazia petugas,” katanya.
Jenis masker yang dijual yaitu masker kain dan scuba. Masker kain dijual seharga Rp 5 ribu dan masker Scuba Rp 10 ribu. Pendapatan berjualan masker yang didapatkan Hesni cukup besar. Ia bisa mendapatkan omzet sampai Rp 350 ribu per hari jika ada razia masker. “Namun di hari biasa hanya Rp 100 ribu,” ungkapnya.
Meski penghasilan dari penjualan masker sudah cukup lumayan, tetapi ia tetap berharap kondisi bisa kembali normal seperti dulu kala. Agar ia bisa kembali berjualan di pasar malam, karena bagaimanapun menjual masker itu hanya musiman. (Mg6).

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*