Mas Bagong yang Merakyat

Mas BagongNama aslinya Herianto, namun lelaki berambut cepak itu lebih dikenal masyarakat Kecamatan Sindang Dataran dengan nama Mas Bagong. Entah apa hubungannya nama unik itu menjadi panggilannya sehari-hari, namun Mas Bagong merupakan sosok yang cukup dikenal karena pergaulannya yang baik di masyarakat.
Pria keturunan Jawa itu, lahir dan dibesarkan di Desa Air Rusa Kecamatan Sindang Dataran sehingga ia mampu berkomunikasi dengan masyarakat setempat secara baik, menggunakan bahasa Jawa maupun bahasa Lembak tempat ia dilahirkan. Mas Bagong merupakan pebisnis hasil bumi diantaranya kopi, gula aren dan cabe, sehingga sudah cukup mengerti keluhan para petani di Kecamatan Sindang Dataran.
Merasa terpanggil untuk ikut memperjuangkan aspirasi para petani di tanah kelahirannya, mendorong Mas Bagong untuk maju dalam pemilihan umum (Pemilu) legislatif tahun 2014 mendatang, bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Para petani mengeluhkan modal, karena hasil bumi yang tidak menentu harganya. Kadang hasil pertanian mereka bagus, namun harga tidak mendukung, sehingga petani menjadi rugi, belum lagi serangan hama yang bermacam ragam. Karenanya sudah cukup sering saya bantu modal dari sisa usaha saya agar para petani kembali bercocok tanam,” ujarnya.
Jika masyarakat merestuinya dengan memberikan dukungan suara pada Pemilu legislatif 2014 mendatang, Mas Bagong bercita-cita ingin memperjuangkan anggaran pinjaman modal, perbaikan jalan menuju sentral produksi pertanian dan bantuan bibit bagi para petani di daerahnya.
“Anggota DPRD harusnya memiliki pemikiran untuk membantu lewat kebijakan pemerintah, berupa bantuan permodalan dan bibit. Karena kalau soal bercocok tanam dan kesuburan tanah di daerah kami tidak diragukan lagi. InsyaAllah dengan bantuan modal dan bibit petani dan insfrastruktur jalan bagus petani akan terbantu,” tegasnya.
Mas Bagong menegaskan, akan mengembankan amanat masyrakat Kecamatan Sindang Dataran dan sekitarnya dengan baik serta siap siap menjaga kepercayaan masyarakat dengan motto sekali layar dibentangkan pantang untuk diturunkan. “Sudah saatnya kami ikut memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya daerah kelahiran kami yang sebagian besar atau hampir seluruhnya berprofesi sebagai petani,” tutup Mas Bagong. (999)