Maret, SK CPNS Keluar

ilustrasi CPNS
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu resmi mengirimkan berkas kelangkapan peserta yang telah lolos menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018. Pengiriman berkas sendiri langsung dikirimkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi ke BKN Regional Palembang.

Kepala BKD Provinsi Bengkulu Ir. Hj Diah Irianti, MSi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi kepagawaian (PPIK) Dei Natali Handy mengatakan, setelah berkas diterima oleh BKN, maka proses pengeluaran Surat Keputusan (SK) sebagai PNS bisa dikeluarkan. Ditergetkan, bulan Maret mendatang SK tersebut sudah resmi diterima oleh PNS baru tersebut.

“Bulan Maret itu sudah keluar NIP nya,” terang Dei kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (30/1).

Dijelaskannya, berkas yang diterima oleh BKN itu masih akan diverifikasi terlebih dahulu. Setelah selesai verifikasi, maka akan dikeluarkan pertimbangan teknis (Pertek). Jika Pertek itu telah keluar, maka Surat Keputusan (SK) PNS itu akan dicetak langsung oleh Pemprov Bengkulu.

“Perteknya dari BKN, yang cetak SK kita pemprov,” tambahnya.

Sementara untuk Nomor Induk Pegawai (NIP) sendiri, pemprov sudah mengusulkan sejak pertengahaan bulan Januari lalu. Ketika semua sudah lengkap, SK dan NIP itu akan dikeluarkan secara bersamaan. “Kalau NIP sudah kita usulkan lebih dulu,” beber Dei.



Ketika semua syarat administrasi telah dikeluarkan oleh BKN, maka PNS tersebut akan langsung dilantik oleh Gubernur Bengkulu DR H Rohidin Mersyah untuk menempati posisi yang telah dilamar sebelumnya. Semua PNS yang lulus itu tetap akan diposisikan pada jabatan dilamar, tanpa bisa melakukan pindah tugas sebelum 10 tahun masa kerja.

“Kalau 10 tahun masa kerja tidak pindah itu tetap. Jadi harus ikuti aturan,” terangnya. Sementara itu, dari 267 orang yang lulus PNS, satu orang yang mengundurkan diri tetap diproses. BKD Provinsi juga telah mengajukan penggantian pada hasil perengkian kedua ke BKN pusat. Namun demikian, usulan tersebut masih diperjuangan.

“BKN belum memberikan keputusan. Tapi usulan pengganti sudah kita lakukan,” tutur Dei. Seperti diketahui, dari 267 orang yang lulus PNS itu terdiri dari tenaga guru 198 orang, tenaga teknis 61 orang dan tenaga kesehatan sebanyak 27 orang. Kemudian dari klasifikasi pendidikan, terdiri dari lulus D3 sebanyak 20 orang, S1 sebanyak 260 orang dan S2 sebanyak 6 orang. (151)