Mardiansyah Lengser, Budiman ke Habitat

mutasi 6 bpejabat eselon IIKOTA MANNA, BE – Bupati Bengkulu Selatan H Reskan E Awaludin SE kembali menggelar mutasi PNS untuk jabatan eselon II di lingkungan Pemkab BS. Menariknya pengambilan sumpah mutasi ini tidak dipimpin oleh Bupati, tetapi diwakili Sekkab BS, Rudi Zahrial SE.
Dalam pengambilan sumpah mutasi yang digelar di aula Reptaloka kemarin, ada 6 pejabat eselon II yang digeser. Diantaranya Assisten II, H Budiman Ismaun SPd MM dikembalikan ke habitatnya sebagai guru. Budiman mutasikan menjadi guru di SMAN 5 BS.
Sementara jabatan Budiman sebelumnya digantikan Drs Resmen Asnawi MAP yang sebelumnya menjabat Assisten I. Sementara jabatan Assisten I digantikan oleh Supran SH yang sebelumnya menjabat Kadis Dukcapil BS. Lalu jabatan Kadis Dukcapil yang ditinggalkan Supran diisi oleh Drs Ismawan yang sebelumnya menjabat staf ahli bupati.
Selain itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) BS, Ir Mardiansyah juga terdepak menjadi staf ahli. Posisinya digantikan oleh Turmudhi MPd yang sebelumnya menjabat staf ahli.
Lengsernya Mardiansyah ini disebut-sebut akibat mencuatnya penggunaan dana PKK BS yang diusut oleh Kejari Manna.
Hanya saja, dalam sambutannya, Bupati BS diwakili Sekkab BS Rudi Zahrial SE membantah jika mutasi Kepala BPPKB ada kaitannya dengan pengusutan dana PKK oleh Kejari, tetapi karena kebutuhan organisasi. Jadi setiap PNS harus siap ditempatkan dalam tugas apapun, termasuk di kembalikan pada habitat awal. “Mutasi ini kebutuhan organisasi demi peningkatan pembangunan di BS,” ujar Rudi.
Begitu juga dengan lengsernya Budiman Ismaun lantaran diduga sebagai pendukung demo yang digelar mahasiswa dan Likutia di kantor Bupati dan DPRD BS beberapa waktu lalu. “Itu tidak ada hubungannya dengan permasalahan hukum saat ini, namun murni kebutuhan organisasi. Seperti Budiman karena sebelumnya dirinya sebagai seorang guru, maka kami kembalikan pada latar belakangnya, ” ujarnya.
Budiman Ismaun sendiri, ketika dikonfirmasi BE kemarin mengaku terkejut, karena tidak tahu bakal dimutasi. Namun dirinya mengaku legowo dan siap menerima posisinya sebagai guru. “Awalnya saya belum tahu jika dimutasi, namun sebagai PNS saya siap ditempatkan dimana saja termasuk harus mengajar kembali, ” terangnya.(369)