Maraknya Kebakaran Karena Minimnya Pengetahuan Masyarakat Akan Fungsi Apar

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Terhitung dalam se pekan ini peristiwa kebakaran terus terjadi di kawasan Kota Bengkulu. Selain di pemukiman warga, si jago merah juga sering melahap ke pertokoan serta pemukiman pasar. Dengan demikian hal seperti ini hari menjadi perhatian masyarakat.  Tabung Apar (Alat Pemadam Kebakaran Ringan) menjadi salah satu alat pencegah kebakaran. Namun masyarakat di Kota Bengkulu sendiri banyak yang belum mengerti akan pentingnya fungsi tabung tersebut.

Tahun 2014 lalu, Apar dialokasikan di setiap sektor gedung pemukiman, gedung perkantoran serta gedung dinas yang ada di Kota Bengkulu ditargetkan sebanyak Rp 60 Juta. Namun hanya bekisar 30 %, dari target tersebut. Padahal fungsi APAR ini sangatlah penting guna sebagai formula awal dalam  mengurangi resiko tersebut.

“Untuk tahun 2014  kita menyalurkan tabung Apar hanya sebanyak 32 juta rupiah, namun di Bulan April ini meningkat menjadi 27 Juta rupiah terhitung bulan ini. Untuk tekad pada tahun ini target PAD tersebut dapat tercapai tentunya,” ujar  Kepala PBK (Pemadam Kebakaran) Kota Bengkulu Mitrul Ajmi.S.sos  saat mengikuti rapat dengar pendapat di DPRD Kota Bengkulu Rabu (27/05).

Lanjut disampaikan Mitrul, standarnya, Apar ini ditempatkan berjarak 15 meter per tabungnya di setiap penempatan.  Selain itu, hanya sedikit masyarakat Kota Bengkulu yang menerapkan Perda  03 tahun 2013 tentang pemakaian tabung Apar ini. Dengan demikian masyarakat belum memanfaatkan fungsi dari Apar tersebut.

Dengan ini, Mitrul mengimbau agar masyarakat dapat lebih mengerti akan pentingnya fungsi tabung Apar ini. Pasalnya dengan pembelian tabung Apar ini  oleh masyarakat ikut dapat membantu peningkatan PAD Kota Bengkulu ini.

“Selain menjaga aset miliaran, tabung Apar ini dapat meningkatkan PAD. Karena itu, kita mengimbau bagi agar masyarakat Bengkulu agar ikut mencegah maraknya kebakaran dengan menggunakan tabung gas Apar,” tutup Mitrul. (Ronal)