Mantan Timses Bongkar Keterlibatan Dirwan

RIO-2 SAKSI MERINGANKAN JUKAK (1)
RIO/Bengkulu Ekspress
SAKSI MERINGANKAN: Dua orang saksi yang meringankan terdakwa Jauhari alias Jukak Haidin dan Nahirin memberikan kesaksian dalam lanjutan persidangan perkara suap fee proyek yang terjaring OTT KPK di Pengadilan Tipidkor PN Bengkulu, Rabu (5/9).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pengadilan Negeri Bengkulu kembali menggelar sidang terdakwa Juhari alias Jukak penyuap Bupati Bengkulu Selatan nonaktif Dirwan Mahmud dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan bagi terdakwa Jukak. Pada persidangan kali ini, dua orang saksi membongkar keterlibatan Dirwan dalam mengatur fee proyek di Bengkulu Selatan.

Saksi pertama yang dihadirkan Penasihat Hukum Jukak adalah mantan tim sukses Dirwan yaitu Haidin. Dirinya mengaku sebagai tim sukses Dirwan bersama Jukak pada Pilkada 2015 lalu. Dengan iming-iming akan diberikan apa saja yang diminta termasuk proyek.



“Pada saat pertemuan di warung makan Riung Bandung, Dirwan pernah bilang silahkan tulis apa yang diinginkan dan apa kalian minta akan saya kasih,” kata Haidin sambil menirukan Dirwan berbicara, kemarin (5/9/2018).

Iming-iming janji tersebut diberikan Dirwan kepada para tim sukses karena semasa mencalonkan diri sebagai Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan tidak memiliki apa-apa. Sehingga apapun yang diminta tim sukses akan dikabulkan oleh Dirwan. Namun faktanya, setelah Dirwan menjabat sebagai Bupati Bengkulu Selatan, seluruh janji tersebut kandas di tengah jalan. Tidak ada satupun harapan dari tim sukses yang dikabulkan.

Hanya Jukak Yang Diberikan Proyek

“Hanya Jukak yang diberikan proyek oleh Dirwan pada 2017 lalu, karena Jukak yang selalu menagih janji,” ujar Haidin.

Meskipun Jukak mendapatkan proyek, nyatanya masih ada harga yang harus dibayar oleh para kontraktor tersebut. Bukan dengan jumlah yang sedikit, setidaknya para kontraktor harus mengeluarkan 15 persen dari setiap proyek yang berhasil dimenangkan.

“Saya dengar dari banyak orang memang harus setor fee untuk dapat proyek dari Dirwan dan Jukak membenarkan hal tersebut besarannya 15 persen per proyek,” ungkap Haidin.

Kontan hal tersebut membuat dirinya dan beberapa rekannya kaget. Pasalnya sewaktu mencalonkan diri, Dirwan tidak pernah membuat janji seperti itu. Hingga membuat prediksinya menjadi benar, kalau Dirwan akan ingkar janji dan berusaha mencari kekayaan sendiri.

“Sewaktu jadi tim sukses Dirwan, saya sudah ada rasa was-was tidak bisa dapat proyek, karena pengalaman saya bupati terdahulu yaitu Reskan Effendi juga pernah ingkar janji,” terang Haidin.

Padahal, Dirwan pernah berjanji kepadanya dengan membawa-bawa nama tuhan dan tidak akan pernah melupakan para tim suksesnya. Nyatanya setelah 1 bulan pelantikan hingga saat ini belum ada satupun janji Dirwan dipenuhi.

Menyesal Sudah Mendukung

“Saya menyesal sudah mendukungnya, mana saya juga sudah mengeluarkan uang hingga ratusan juta bersama dengan Jukak,” tukasnya.

Sementara itu, Saksi lainnya, Nahirin mengaku, Dirwan memang suka ingkar Janji, bahkan didesanya pernah berjanji kalau terpilih akan memotong sapi. Tetapi hingga saat ini belum sama sekali dilakukan sama sekali. “Malah Jukak yang melakukan pemotongan sapi di desa kami, Dirwan banyak bohongnya,” ujar Nahirin.

Bahkan pernyataan Dirwan pada sidang sebelumnya yang menyatakan tidak pernah mengadakan pertemuan dengan Jukak di Rumah Makan Riung Bandung adalah sebuah kebohongan. Faktanya sebelum pencoblosan, Dirwan, Gusnan dan Jukak, mengadakan pertemuan. Akan tetapi dirinya tidak mengetahui apa yang dibahas pada pertemuan tersebut. “Dirwan selalu bohong, semua pernyataanya bohong dan pertemuan itu benar adanya,” tutup Nahirin.

Sementara itu, JPU KPK, Ali Fikri SH MH mengaku, keterangan para saksi yang dihadirkan oleh Penasihat Hukum Jukak cukup memberikan bukti yang kuat. Sehingga keterlibatan Dirwan didalam permainan fee proyek semakin jelas. “Keterangan saksi semakin menguatkan keterlibatan Dirwan didalam mengatur proyek, lebih lagi Dirwan pernah janji pada saat masa kampanye Pilkada beberapa tahun yang lalu,” tutup Ali.(999)