Mantan Sekdis PU Ditemukan Tewas Gantung Diri Dikamar

JULIAN/Bengkulu Ekspress Tampak pihak Polres Bengkulu Utara saat melakukan olah TKP di rumah korban di Desa Rama Agung Kecamatan Kota Arga Makmur, Jumat (27/10).
JULIAN/Bengkulu Ekspress Tampak pihak Polres Bengkulu Utara saat melakukan olah TKP di rumah korban di Desa Rama Agung Kecamatan Kota Arga Makmur, Jumat (27/10).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bengkulu Utara, Samsun Jauhari ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya di Desa Rama Agung Kecamatan Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya Ananda sekitar pukul 15.30 Wib, Jumat (27/10), dalam keadaan gantung diri menggunakan seutas tali yang diikat di plafon rumah.

Kronologis kejadian berdasarkan data terhimpun, korban masuk ke dalam kamar setelah pulang dari masjid menjalankan shalat Jumat sekitar pukul 13.00 Wib. Kemudian korban langsung istirahat dengan mengunci pintu dari dalam kamar. Kemudian, sekitar pukul 15.30 Wib anak korban menggedor pintu untuk membangunkan shalat Ashar. Namun, korban tak kunjung menjawab. Sehingga, anak korban menghubungi sepupunya bernama Mardi.

Sesampainya di rumah korban, Mardi langsung berusaha membuka pintu. Karena tidak juga ada jawaban dari korban, Mardi mengintip dari celah pintu dengan membuat lubang kecil dan melihat korban sudah tergantung di plafon. Sehingga, Mardi mendobrak pintu untuk masuk ke dalam kamar. Selanjutnya, korban sempat di bawa ke RSUD Arga Makmur.

”Setelah mengetahui kejadian itu, kita langsung melakukan olah TKP,” ujar Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kasat Reskrim AKP Jufri SIK kepada Bengkulu Ekspress ditemui di rumah korban, Jumat (27/10).

Diduga korban memang telah merencanakan dan mempersiapkan sebelum nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Karena, di TKP ditemukan keadaan plafon yang sudah dibuka dengan rapi. Kemudian, diatas kayu plafon sudah diikat seutas tali. Sehingga korban hanya nunggu waktu yang tepat untuk mengakhiri hidup.

”Memang kita temui plafon yang telah dibuka dan seutas tali yang sudah dipersiapkan korban. Karena dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya,” ungkap Kasat.

Pemakaman jenazah korban rencananya akan dilakukan pada hari Sabtu (28/10). Karena masih menunggu anak korban yang berada di Bandung Jawa Barat dan Jakarta. Sementara itu, korban nekat mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri lantaran penyakit yang tengah di derita.

”Peristiwa ini murni bunuh diri. Diduga ada permasalahan pribadi korban sendiri,” pungkas Kasat.(Jul)