Mantan Pejabat Mesum Bakal Diperiksa

064335_318537_Dedy__polisiGADING CEMPAKA, BE – Kasus dugaan asusila yang melibatkan mantan pejabat Pemprov, BA dengan seorang ABG (anak baru gede) berinisial DW (17) bakal semakin panjang. Pasalnya, BA yang disebut-sebut sebagai kerabat salah seorang calon walikota itu juga diduga terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap 2 orang warga, yaitu Junaidi Alfiar (49) warga Desa Masbambang Kecamatan Talo Kabupaten Seluma dan Parman Joni (27) warga Jalan Sutoyo Kelurahan Tanah Patah.

Keduanya babak belur dihajar tukang pukul yang diduga suruhan mantan pejabat itu. Tak ayal keduanya mengalami luka memar dan bengkak di hampir sekujur tubuhnya.  Keduanya pun melaporkan kejadian tersebut ke Polda Bengkulu.

Dir Reskrim Umum Polda Bengkulu, Kombes Pol Drs Dedy Irianto, SH kepada wartawan, membenarkan telah menerima laporan dari kedua korban tersebut. Sejauh ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan saksi -saksi dan melakukan pengejaran terhadap pelakunya. Termasuk orang mantan pejabat berinsial BA tersebut. Karena dialah yang dianggap sebagai sumber kejadian ini terjadi. “Pokoknya, laporan yang masuk akan kita proses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Setelah kita periksa saksi -saksi maka pelakunya yang akan kita tangkap,” ucap Dedy tanpa tendeng aling – aling, kemarin di kediaman Kapolda Bengkulu.

Kronologis kejadian, sambung Pamen berdarah Betawi itu, berawal dari   korban  yang tengah melintas di TKP dan mencari istrinya di kawasan Pantai Panjang. Kemudian, korban melihat ada sepeda motor yang digunakan istrinya parkir di depan hotel. Saat menggedor salah satu kamar dan dibuka ternyata bukan isterinya melainkan teman istrinya dengan mantan pejabat tersebut.

Tak beberapa lama tukang pukul yang diduga suruhan mantan pejabat itu langsung datang dan memukuli  korban. Dalam waktu bersamaan satu orang korban melintas di TKP. Akan tetapi, dikarenakan  ada keributan sehingga korban berhenti. Namun, korbanpun malah menjadi sasaran dari amukan tukang pukul tersebut.  Bahkan, tak hanya dipukuli saja, kedua korban diculik dengan mengunakan mobil berplat dinas dan kembali dipukuli di dalam mobil milik Pemprov Bengkulu itu. Setelah berhasil kabur dari cengkraman tangan pelaku, kedua korbanpun melapor ke Polda Bengkulu. “Seluruh pelaku sudah kita ketahui baik identitas maupun kediamannya. Tinggal kita untuk menangkapnya saja,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait ulah mantan pejabat itu, Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah sangat menyayangkan.  Kejadian yang cukup memalukan dan mengemparkan Kota Bengkulu itu, akan menjadi pukulan bagi Pemprov Bengkulu untuk mengawasi para pejabatnya yang nakal tersebut. Kedepannya tidak ada lagi oknum pejabat yang melakukan hal serupa. ” Memang kejadian ini menjadi pukulan berat bagi kita, namun yang terpentingnya seluruh pejabat hendaknya mendekati diri kepada Allah dan  kuat untuk beribadah. Soalnya, dengan beribadah maka segala bentuk perbuatan mengarah ke mesum itu,  tidak akan terjadi,” pungkasnya.(111)