Mantan Kepala DKP Bersama 26 Warga Terjaring Razia Pekat

rombongan pontius batu bara dijaring di warung tuakWarga Terjaring Razia Pekat
KOTA MANNA, BE –  Setelah sukses menjaring puluhan wanita malam di beberapa warung remang-remang (warem) belum lama ini, jajaran Polres Bengkulu Selatan (BS) kembali menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di warung tuak, kemarin.
Hasilnya, puluhan warga terjaring, termasuk salah satu diantaranya mantan Kepala Dinas  Kelautan dan Perikanan (DKP) BS, Ir Po. “Dari razia pekat tadi (kemarin red) memang ada bebarapa PNS bahkan ada mantan pejabat yang terjaring, total bapak-bapak yang kami jaring 27 orang,” ujar Kapolres BS, AKBP Abdul Muis SIK melalui Wakapolres, Kompol Burhanuddin, kemarin.
Dikatakan Burhanuddin, razia pekat tersebut digelar lantaran sebelumnya pihaknya mendapat laporan dari masyarakat jika di salah satu warung tuak di Jalan Pemangku Basri, Ibul, Kota Manna dan warung tuak di belakang terminal Kutau ada pesta tuak dan judi judi kartu remi.
Menindaklanjuti laporan itu, sekitar pukul 16.00 WIB kemarin sore, anggota Polres BS langsung menggelar razia di dua tempat. Akhirnya, 11 orang warga ditangkap di warung tuak Kelurahan Ibul, termasuk salah satunya mantan Kepala  DKP. Kemudian 16 orang warga ditangkap di warung tuak belakang terminal Kutau saat asyik minum tuak.“Razia ini kami gelar karena warga sudah resah dengan ulah mereka yang selalu setiap hari dan malam minum tuak serta judi kartu remi,” kata Wakapolres.
Adapun ke-27 warga yang ditangkap tersebut yakni mantan Kepala DKP BS, Ir Po (58), warga Jalan Rajawali, Kota Manna; Si (54), warga Jalan Pemangku Basri, Kota Manna;  Na (45), warga  Jalan Letnan Sulik, Padang Kapuk, Kota Manna;  Ha (50) warga Jalan Bupati Baksir, Kota Manna;  Bo (51), PNS, warga Jalan Veteran, Kota Manna; Ek ( 54), warga Jalan Pemangku Basri, Kota Manna; Mu ( 51), PNS, warga  Jalan Kolonel Berlian, Kota Manna; Fo ( 51), warga Desa Batu Lambang, Pasar Manna;  Al (26), warga Jalan Veteran, Kota Manna;  Gi (47), warga  Jalan Affan Baksin, Kota Manna; dan  Na ( 58), warga Jalan SMEA, Kota Manna.
Dari warung tuak di belakang Terminal Kutau, Kota, Manna ada 16 warga diamankan yakni pemilik warung tuak, Yo (39), lalu 15 warga pengunjung yaitu  Ja (44), warga  Jalan Bupati Baksir;  Ag (51) warga jalan Pangeran Duayu, Pasar Manna;  Pi ( 45) PNS warga  Jalan Raja Khalifah;  Za ( 53) warga  Jalan Puyang Sakti;  Sy ( 48) warga Kelurahan Belakang Gedung; Is ( 55), warga jalan Puyang Sakti; Ap ( 38) warga  Jalan Raja Khalifah;  Ba (34) warga  Jalan Veteran;  He (47) warga  Jalan Affan Baksin;  Ju ( 55) warga jalan Kapten Bukhari; De (32) warga Jalan Raja Khalifah;  Ar (53) warga Jalan Syamsul Bahrun;  ku (49) warga jalan Kolonel Berlian;  Sa (52) warga Jalan Jendral A Yani; dan Pa (42) warga jalan Lettu Ubadi. “Tidak hanya para bapak-bapak, sebagai barang bukti kami juga amankan beberapa set kartu remi dan tuak sebanyak 80 liter di warung tuak tersebut,” ucap Burhanuddin.
Meskipun mereka sempat diamankan di Mapolres BS, kata Burhanuddin, mereka hanya diberikan pembinaan, sebab mereka baru pertama kali dirazia.
Akan tetapi, sambung Burhanuddin, jika pada razia berikutnya mereka kembali mengulangi perbuatan serupa, maka mereka pun akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring).
“Untuk razia hari ini, para bapak-bapak ini hanya kami berikan pembinaan dan mereka kami wajibkan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Setelah itu bapak-bapak itu kami persilakan pulang,” terangnya.
Sementara itu,  mantan kepala DKP BS saat dimintai keterangannya kemarin membenarkan  saat digerebek polisi dirinya sedang berada di warung tersebut. Akan tetapi dirinya membantah sedang berjudi ataupun sedang minum tuak. “Saat polisi datang, memang saya sedang di warung, tapi saya hanya main kartu remi biasa bukan judi dan tidak juga minum tuak,” ucapnya.
Sedankan pemilik warung tuak, Yo, saat dikonfirmasi mengaku sudah 7 bulan ini berjualan tuak. Hanya saja tuak itu bukan jualan utama, sebab dirinya membuka warung kopi. Tuak tersebut didatangkannya dari Seluma. “Saya ini hanya terpaksa jual tuak, sebab tidak ada pekerjaan lain. Namun kalau ada usaha lain, saya siap beralih profesi,” ucap ayah lima anak ini.(369)

  • IDHAM 8 Oktober 2014 at 15:27

    pembuat tuaknya yang ditangkap jangan hanya pembelinya