Mantan Kades Daspetah Kepahiang  1 Ditetapkan Tsk


Ist/BE
Tersangka dugaan korupsi DD/ADD Daspetah 1 TA
2018 digiring menuju mobil tahanan.

KEPAHIANG, bengkuluekspress.com – Mantan Kepala Desa (Kades)  Daspetah 1 Kecamatan Ujan Mas Endar Husin, Rabu (2/9) pagi mengenakan baju tahanan warna merah milik Kejaksaan Negeri (Kepahiang). Ia
resmi ditahan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kepahiang setelah ditetapkan sebagai
tersangka dugaan korupsi pengelolaan Dana Des (DD) Daspetah 1 tahun 2018 senilai Rp 800
juta. Tersangka diduga telah melanggar Pasal 2, Pasal 3 undang-undang Tipikor, karena diduga
telah merugikan keuanggan negara sebesar Rp 192 juta. Saat mengelola DD/ADD TA 2018 lalu.
Sebab, dalam pengusutan kasus penyidik menemukan alat bukti dan keterangan saksi adanya indikasi pelanggaran prosedur saat tersangka bersama perangkat lainnya mencairkan
anggaran. “Sudah ada hasil perihitungan kerugian negara dari inspektorat, nilainya Rp 192 juta. Pekerjaan yang seharusnya dikerjakan ada tata caranya, tidak sesuai dengan
prosedurnya,” tegas Kajari Kepahiang, Ridwan Kadir SH didampingi Kasi Pidsus Riky Musriza
SH MH dan Kasi Intelejen Arya Marsepah SH.

Kajari mencontohkan, pelanggaran prosedur oleh tersangka diantaranya setelah DD/ADD dicairkan
dari Bank Bengkulu cabang Kepahiang. Uangnya langsung dipindahkan tersangka kedalam  rekening pribadi bukan rekening desa ataupun diberikan kepada bendahara. Bahkan proyek pembangunannya diantaranya pelapis tebing,
pembukaan jalan diatur sendiri oleh tersangka.
“Tersangka lainnya masih dalam pendalaman, yang sekarang cukup buktinya satu tersangka.
Kita akan gali keterangan dari tersangka, siapa saja terlibat dalam penyelewengan anggaran itu,” tegas Kajari.

Menengenakan kemeja lengan panjang gari putih hitam, celana dasar panjang dibalut rompih tahanan serta diapit ketat Kasi Pidsus dan Kasi Intelen tersangka digiring kedalam mobil tahanan Kejari untuk dititipkan sementara
waktu ke Lapas Curup sembari menunggu jadwal pemeriksaan sebagai tersangka. “Jum’at besok
dijadwalkan pemeriksaan tersangka untuk menggali keterangan terkait aliran dananya,” lanjut Riky.

Riky menegaskan jika dalam praktek korupsi jarang terjadi pelaku tunggul, karena selalu
adanya campur tangan orang lain. Jadi, penyidikan dipastikan tidak hanya sampai pada mantan kades semata karena sejuah ini penyidik Pidsus bersama dengan tim intejelen kejaksaan tengah menelusuri aliran dana apakah dibelikan aset secara pribadi oleh tersangka ataupun diberikan kepada pihak-pihak lainnya. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*