Mantan Gubernur, Adjis Ahmad Tutup Usia

 

mantan gubernurBENGKULU, BE –  Salah seorang putra terbaik Provinsi Bengkulu, yakni mantan gubernur atau Gubernur Bengkulu ke-5 periode 1994-1999 Drs H. Adjis Ahmad tutup usia.    Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di ruangan ICU RSUD M Yunus Bengkulu kemarin (20/2) sekitar pukul 16.10 WIB.

Diketahui, Adjis Ahmad bin H Denes (alm) 6 bulan terakhir sudah menderita sakit stroke, dan pada hari Rabu (20/2) menghembuskan napas terakhirnya. Ia dilahirkan di Desa Lingge Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan 72 tahun silam tepatnya pada tanggal 25 Agustus 1941 dan akan dikebumikan di pemakaman keluarga di TPU Kelurahan Pagar Dewa.

Mantan Camat Muko-Muko dan mantan Bupati Bengkulu Selatan 1989-1994 ini mengalami penurunan fungsi ginjal yang dideritanya. Korban menghembuskan napas terkahir di ruangan ICU setelah di rawat selama 7 jam. Almarhum memang diketahui mengalami penyakit fungsi ginjal sejak lama. Jenazah rencananya akan dikebumikan Kamis pagi di pemakaman keluarga TPU Pagar Dewa.

“Sejak kemarin malam sudah menderita kesakitan dan baru ke rumah sakit pagi tadi dan dibawa ke ruangan ICU.   Kita sudah berusaha semaksimal mungkin ini yang terbaik untuk beliau, dia minta dimakamkan di pemakaman keluarga di Pagar Dewa,” ujar Niwarna, adik ipar Adjis Ahmad.

Kepergian Adjis Ahmad ini meningalkan 1 orang istri dan 5 orang anak 2 putri dan 3 putra salah satunya adalah Yuliswani SE yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Pemda Provinsi Bengkulu.

Berbagai upaya dilakukan keluarga dan telah membicarakannya untuk melakukan pencangkokan ginjal ke negeri Cina. Namun belum sempat dibawa, korban lebih dulu meninggal.  “Pengobatan tidak hanya kita lakukan di Bengkulu, tapi ke Jakarta dan awal bulan lalu kita mau bawa ke Cina tapi kondisinya tidak memungkinkan,” ujar Hutafia Wazir menantu Adjis  Ahmad.

Semasa hidupnya pejabat di era orde baru ini banyak memberikan sumbangsih untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu. Sementara itu Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah melalui staf pribadinya mengatakan ia berencana akan pulang sore kemarin (20/2) namun karena pesawat penuh dan masih ada rapat terbatas dengan persiden, Gubernur dijadwalkan pulang ke Bengkulu pada Kamis pagi pesawat pertama.

“Beliau itu konsisten dalam menjalankan tugas dan sangat disiplin, saya sangat kehilangan sekali. Beliau itu pemimpin yang sangat bijaksana dan saya belum pernah melilhat dia marah,” ujar Drs. Wahidun Djangaya Sekwilda Provinsi di era Adjis Ahmad dulu. (100)