Mandi Pantai, Pelajar SMA Tenggelam

IST/BE
KERAHKAN : Tim BPBD Benteng saat mendengarkan arahan dari Kabid Darurat dan Logistik BPBD Benteng, Aan Supriyanto SE MM sebelum melakukan pencarian korban tenggelam di pantai Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Sabtu (7/3) malam.

PONDOK KELAPA, BE – Nahas dialami Albert Hernandes (14), salah seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) Negeri 3 Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

Remaja yang masih duduk di bangku Kelas X ini terseret air laut saat sedang mandi pantai di Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (7/3) sore.

Hingga malam hari, korban belum juga ditemukan dan masih dilakukan pencarian oleh tim Basarnas Bengkulu, BPBD Kabupaten Benteng, personel Polres Benteng dan personel Polsek Pondok Kelapa.

Informasi diperoleh, korban yang merupakan warga Desa Talang Pauh, Kecamatan Pondok Kelapa ini sengaja mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk menghabiskan waktu sore sembari mandi pantai, sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban datang bersama 2 (dua) orang temannya. Yaitu, Riki Anjas Amrullah dan Andrian Daniel. Awalnya, ombak di tepi pantai terlihat tenang dan tak membahayakan. Berselang beberapa menit kemudian, tiba-tiba ombak besar datang dan menghampiri ketiga pelajar tersebut. Korban yang diketahui tak bisa berenang tersebut akhirnya terseret arus dan tenggelam.

Kapolres Benteng, AKBP Andjas Adipermana SIK MH membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Sampai saat ini korban masih belum ditemukan. Personel gabungan masih melakukan pencarian,” kata Kapolres.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Pondok Kelapa, Tahulani mengungkapkan, bahwa kawasan pantai di Desa Harapan memang sering dikunjungi oleh masyarakat. Akan tetapi, arus laut di kawasan tersebut memang sulit ditebak dan membahayakan.

“Ombak di pantai Desa Harapan memang sering terlihat tenang. Akan tetapi, ombak besar bisa saja datang secara tiba-tiba,” beber Tahulani.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Benteng, Samsul Bahri SPd MM mengatakan, tim BPBD turun untuk melakukan operasi pencarian korban dengan membawa peralatan lengkap. Seperti perahu karet, genset dan lain-lain.

“Dengan menggunakan perahu karet, tim BPBD melakukan penyisiran hingga ke tengah laut. Sebagian lagi melakukan pencarian di pinggir pantai,” tegas Samsul.(135)