Mandi Laut, Nyaris Tewas

KOTA BINTUHAN, BE- Tenangnya laut di Dermaga Linau, Kecamatan Maje, siang kemarin sekitar pukul 10.30 WIB nyaris menelan korban jiwa. Satu dari empat warga Bengkulu Utara yang sedang mandi merayakan libur di sana nyaris saja tewas tenggelam jika tak diselamatkan seorang nelayan. Korban nyaris tewas itu diketahui bernama Nanda (22). Sementara tiga rekannya masing-masing Adi (23), Eko (21) dan Riko (20). Meski akhirnya selamat, Nanda sempat pingsan sesaat setelah berhasil di bawa ke darat. Sebelum kembali ke BU, dia juga sempat dilarikan ke Puskesmas Bintuhan karena banyaknya air laut yang terminum oleh korban. Edi, nelayan yang menyelamatkan korban mengungkapkan, dia sempat terkejut pada saat sedang melintas di lokasi dermaga kayu pelabuhan itu. Saat itu dirinya melihat ada orang yang berteriak minta tolong. Mendapati ada warga yang berteriak lantas secepat mungkin mendekati sumber suara. Ternyata ada salah satu seorang yang melambaikan tangannya minta tolong. “Ketika itu terjun ke laut, berupaya menyelamatkan korban ke daratan. Jaraknya kisaran 15 meter dari dermaga. Awalnya korban sempat berapa kali melambaikan tangannya, tapi pada akhirnya tenggelam. Namun akhirnya bisa diselamatkan,” jelasnya. Dijelasakanya, setelah ditemukan tiga rekannya yang mandi bersamanya ikut membantu membawa korban ke pinggir pantai. Mereka juga dibantu dengan teman korban dan beberapa warga sekitar yang melihat itu, langsung berupaya menyelamatkan koban dengan cara mengangkat tubuh korban dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas. Mereka berharap dapat mengeluarkan air laut yang sudah terlanjur terminum oleh korban. “Di daratan kami belum berhasil membuat korban pingsan, karena kondisinya kritis lansung dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil Phanter milik rekan korban, langsung kita bawa ke pukesmas Bintuhan,” katanya. Kepala Puskesmas Bintuhan dr Bahrul Mubin (Boy) membenarkan kejadian tersebut. Pihakya kemarin siang menerima pasien yang nyaris tewas tenggelam di Pelabuhan Linau. Hingga siang kemarin kondisi korban belum sadar penuh masih terlihat lemas dan mendapat perawatan di puskesmas Bintuhan. “Namun kemarin nampaknya Kondisinya sudah sadar jika tidak kemarin juga rencananya akan dirujuk ke RSUD Hasan Damrah Bengkulu Selatan,” pungkasnya. (823)