Mancing Ikan di Pantai Teluk Sepang,  Mahasiswa UMB Tewas Digulung Ombak

FOTO RIFKY/BE – Korban tenggelam ahirnya ditemukan oleh beberapa warga yang melakukan penyelaman di lokasi tempat korban mancing

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Rahwana Handoko (22) Mahasiswa semester 4 Universitas Muhammadyah Bengkulu (UMB) ditemukan meninggal dunia karena gulung ombak saat mancing di kawasan Pantai Teluk Sepang, Jumat (10/4).

Korban yang merupakan warga Perum Bentiring Rw 13 RT 1 K itu  ditemukan pukul 16.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia oleh salah satu warga yang melakukan penyelaman di sekitaran tempat korban mancing.

Warga berhasil menemukan hanya berbekal keberanian dan menggunakan kacamata renang yang biasa digunakan untuk menyelam.

“Posisinya korban di tubir karang tersangkut, kito modal keberanian dan bisa berenang. Dan baru pertama kali menyelamatkan korban. Dan dari dulu di sini memang sudah banyak yang meninggal,” ujar Agus, salah satu warga yang menemukan korban.

Sementara itu, salah satu teman korban, Kurniawan, menceritakan bahwa dirinya bersama 5 teman yang lainnya hendak mancing di Lentera Merah. Karena pada saat hendak masuk di simpang ada portal dilarang masuk kawasan tersebut akhirnya mencari spot lain yaitu di Teluk Sepang.

“Kami tadi rencana nak mancing di Lentera Merah tapi di situ tutup, akhirnyo ke Teluk Sepang. Kawan kami yang hilang ni datang terakhir bawak mobil dan parkir di jalan luar dan mintak jemput,” ujar Kurniawan.

Dilanjutkan Kurniawan, saat sudah ingin pulang, karena mau Jumatan, ternyata korban minta tolong.

“Kami berlima ni lah minggir karno nak Jumatan, tetapi kawan kami ko masih mancing. Dan nengoknyo terpeleset dan mintak tolong, buru-buru kami selamatkan. Akhirnyo kawan kami sempat ditarik ke atas dan aku sempat lecet-lecet kano karang,” terangnya.

Karna posisi korban ini dan posisi masih di dalam air belum sempat dibawak ke pinggir dan terjatuh lagi kemudian hilang digulung ombak. Dan diketahui bahwa korban ini tidak bisa berenang.

“Kami sempat kasih bambu, kawan kami ko dak bisa berenang. Dan akhirnyo hilang dan kami melapor ke warga dan pihak polisi,” tutupnya.

Selama 4 jam Basarnas melakukan pencarian, Polairud dan didampingi pihak kapolsek kampung melayu sebelum akhirnya ditemukan oleh warga saat melakukan penyelaman. (CW1)