MAN 1 Bengkulu Bagikan 1.000 Kartu Perdana Gratis ke Siswa

Endang/BE
Guru MAN 1 Kota Bengkulu, menyerahkan kartu perdana 10 GB pada siswa secara gratis, Rabu (3/9).

BENGKULU, BE – Pendistribusian kuota internet gratis untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak hanya diberikan pada pelajar dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pelajar dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia pun menyediakan kuota internet bagi madrasah. Seperti dilaksanakan di MAN 1 Kota Bengkulu. Sekolah ini membagikan sekitar 1.000 kartu perdana pada siswanya.

Pantauan BE, sejumlah pelajar berdatangan ke MAN 1 Kota Bengkulu, untuk menerima pendistribusian kartu perdana gratis. Mereka ada yang mengenakan pakaian seragam dan pakaian bebas mendatangi wali kelasnya. Pendistribusian kartu perdana itu dibagi dalam dua tahap, pagi dan siang selama empat hari kedepan. Jadwal pagi dimulai pukul 08.00-11.00 WIB dan siang dari pukul 14.00-16.00 WIB. Para pelajar yang hadir diminta berkumpul pada ruangan yang telah ditetapkan dengan tetap menjaga jarak dan wajib menggunakan masker.

Kepala MAN 1 Kota Bengkulu Drs M Murni MPd membenarkan adanya pendistribusian kartu perdana di madrasahnya. Pendistribusian kartu perdana bagi siswa dan guru bertujuan untuk memperlancar pembelajaran jarak jauh/daring sekaligus program dari Kementerian Agama RI, sekaligus memberikan keringanan bagi walimurid yang selama ini mengeluhkan biaya kuota internet.

“Semua siswa mendapatkan kartu perdana Telkomsel dengan kuota internet 10 GB secara gratis. Bantuan kuota ini hanya tahap pertama. Selanjutnya, menunggu petunjuk baru dari Kanwil Kemenag Bengkulu sebagai perpanjangan tangan Kemenag RI,” ungkapnya.

Menurut Murni, jumlah kartu perdana yang didistribusikan pada peserta didik di MAN 1 Kota Bengkulu mencapai 1.000-an keping kartu perdana yang bersumber dari Bantuan Operasional Madrasah.

Untuk menghindari terjadinya klaster baru covid-19. Prosesi pendistribusian dijadwalkan selama empat hari melalui wali kelas. Kedatangan siswa ke madrasah pun dibagi sehingga tidak menimbulkan siswa berkerumun.
“Pengambilan kartu perdana tidak bisa diwakilkan, data siswa langsung diinput dari siswa kelas 10 hingga kelas 12 harus hadir ke madrasah dengan sistem bertahap,” tegasnya.

Dengan telah terdistribusinya kartu perdana tersebut, maka pembelajaran jarak jauh dievaluasi per kelas baik kelancaran proses pembalajarannya atau kendalanya yang dihadapi para siswa di lapangan nantinya,” tukasnya. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*