Maling, Tuna Karya Babak Belur

RATU AGUNG, BE- Lantaran kepergok mencuri sebuah dompet di dalam jok motor, seorang tuna karya berinisial DK (19), Warga Kandang Mas Rt 13 Kelurahan Kandang babak belur dihajar massa.  Untung Polisi dari Polsek Ratu Agung cepat tiba diLosmen Ayani Jalan Sutoyo, mengamankan pelaku. Sehingga nyawa pelaku bisa selamat.

Pelaku mencuri dompet milik seorang mahasiswi, Tirta Krisna (20), Warga Jalan Dempo 58 Rt 20 yang mendatangi Losmen A Yani untuk mengunjungi temannya.

“Kita telah mengamankan pelaku pencurian sebuah dompet di Losmen A Yani kemarin. Beruntung nyawa pelaku terselamatkan setelah anggota langsung meluncur ke lokasi kejadian,”terang Kapolres Bengkulu AKBP H joko Suprayitno SST MK Melalui Kapolsek Ratu Agung Iptu Ade Zaldi Apt didampingi Kanit Reskrim Ipda Firmansyah S Sos

Kronologisnya, Korban Tirta Krisna(20) Warga jalan Dempo 58 Rt 20 mendatangi Losmen A Yani untuk mengunjungi temannya. Namun sebelum meninggalkan parkiran, terlebih dahulu ia meninggalkan dompet dalam jok motor. Naasnya aksi tersebut diketahui oleh pelaku yang berada diluar. Begitu korban pergi, pelaku pun langsung menjalankan aksinya.

Dia membongkar paksa jok motor korban. Malang bagi pelaku, ternyata korban tidak lama mengunjungi temannya tersebut. Saat pelaku masih beraksi, korban kembali ke motornya. Sehingga korban langsung berteriak maling. Sehingga pelaku pun langsung menjadi bulan-bulanan massa. Warga yang geram dengan ulah pelaku  menghujaninya dengan pukulan bertubi-tubi.  Kebetulan polisi dari Polsek Ratu Agung saat itu melintas di lokasi dan akhirnya langsung mengamankan pelaku. Sekaligus mengamankan barang bukti berupa dompet yang berisikan uang tunai Rp 700  ribu milik korban.

Terpisah, tersangka saat ditemui BE, mengatakan jika dirinya hanya iseng saja melakukan aksinya itu. Kebetulan  ia mendapati dompet korban ditinggalkan di jok motor dan talinya kelihatan. Sehingga niat jeleknya pun muncul. “Aku tepakso nian bang, duit jajan idak ado dan iko hanya iseng sajo, Bang,”terang tersangka sembari menangis.(333)