Malam Pergantian Tahun

MEDI/Bengkulu Ekspress 
Pelaksanaan doa dan dzikir malam tahun baru diikuti oleh ribuan jamaah di setiap masjid dan dipusatkan di masjid At Taqwa, Senin (31/12).

Walikota Tinjau Ibadah 5 Agama

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Program menjadikan kota religius semakin dirasakan oleh masyarakat, tak hanya agama Islam saja, tetapi juga didukung oleh umat agama Kristen, Buddha, Hindu, dan Protestan yang menggelar doa bersama dalam rangka melewati malam pergantian tahun 2019, Senin (31/12). Pelaksanaan doa serentak ini untuk mencapai satu tujuan yakni menghindarkan Kota Bengkulu dari balak bencana dan diberikan keberkahan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak ada lagi kemaksiatan yang mengundang murka Allah SWT di tahun 2019.

“Kami Pemerintah kota terima kasih kepada pendeta dan seluruh jamaat yang sudah merespon program pemerintah, karena kota ini milik kita bersama, tanda kita memiliki kota ini maka sama-sama kita jaga ini kota,” kata Helmi Hasan saat meninjau pelaksanaan ibadah di Gereja GKII Kebun Tebeng bersama seluruh jajaran pemerintah.

Menurut Helmi saat ini warga Kota Bengkulu tengah diberikan peringatan oleh Allah SWT dan sudah dibuktikan oleh daerah-daerah lain seperti di Lombok, Palu, Lampung, Anyer yang mengalami bencana Tsunami dan gempa. Sedangkan beberapa waktu lalu Kota Bengkulu sudah juga mengalami bencana banjir dan kebakaran yang luar biasa.



Untuk itu, saat ini pemerintah kota juga tengah gencar melakukan pemberantasan tempat-tempat maksiat yang akan terus dilanjutkan secara perlahan, dan mengimbangi hal itu pihaknya juga meminta dukung dari seluruh lapisan masyarakat untuk terus berdzikir, berdoa serta memakmurkan rumah-rumah ibadah, agar bencana yang lebih besar tidak terjadi di tahun 2019.

Walikota juga memberikan pesan agar masyarakat dapat mengubah kebiasaan negatif menjadi positif seperti contoh kebiasaan dalam melewati malam pergantian tahun yang biasanya dilewati dengan kemaksiatan, maka diubah sebagai momentum untuk mulai memperbaiki amalan ibadah kita. “Isi dengan kegiatan religius, siapa yang memakmurkan masjid, maka Allah SWT akan memakmurkannya. Ketika satu kota memakmurkan masjid maka satu kota tadi akan dimakmurkan Allah SWT,” tuturnya.

Kegiatan ini dipusatkan di Masjid At Taqwa anggut yang diikuti oleh ratusan jamaah, selain zikir, doa dan muhasabah juga digelar kegiatan taklim Maghrib dan Isya, Adab Jaulah, Taqrir, Muhasabah, Mudzakaroh itikaf, hingga qiyamul lail, dan subuh berjamaah yang diisi oleh ustadz di antaranya, Ustaz Abdul Azis, Ustaz Ibnuhajar Asshidqi Basalamah.

Helmi juga sudah memastikan bahwa kegiatan ini juga dilakukan di seluruh masjid yang dikoordinasikan kepada seluruh pejabat kota minimal dimasjid-masjid tempat tinggal masing-masing.  Pengakuan salah satu warga kelurahan kebun kenanga, Hendra (37) bahwa dalam melaksanakan ibadah ini ia tidak hanya sendiri tetapi juga membawa keluarga orang tua, istri dan anaknya, dan mengubah kebiasaan dalam melewati malam tahun baru dengan kegiatan-kegiatan ibadah. Hal ini bukan hanya mendukung program pemerintah saja tetapi juga tergerak dari hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT setelah bencana-bencana yang terjadi di kota-kota lain.

” Saya membawa keluarga dari pukul 17.30WIB tadi, tapi Insyallah nanti saya sendiri juga ikut ikhtikaf di masjid. Sangat mendukung program pemerintah kota, dan itu harus dimulai dari diri kita sendiri untuk secara ikhlas memohon pertolongan dari Allah SWT,” ucap Hendra. (805)