Makan Kentang pun Bisa Mabuk

14037_12038__ilus-jagat

DIBUTUHKAN fermentasi yang pas untuk mengubah gandum menjadi bir dan vodka. Dibutuhkan penyulingan yang rumit untuk mengubahnya menjadi wiski. Untuk mendapatkan minuman beralkohol, Nick Hess melewati semua proses itu. Sebab, semua karbohidrat yang dia makan langsung berproses menjadi alkohol di perutnya.
Pria malang asal Inggris tersebut menderita auto-brewery syndrome. Dalam sindrom itu, perutnya memproduksi banyak ragi yang mengubah karbohidrat menjadi alkohol. Sebelumnya dia tak pernah tahu akan kelainan di perutnya itu. Dia hanya tiba-tiba kerap merasakan pusing setiap selesai makan.
Sejumlah temannya dan istrinya bahkan mencurigai dia mulai punya kebiasaan minum-minum sampai mabuk. ”Itu aneh. Aku makan beberapa karbohidrat dan tiba-tiba aku teler. Setiap hari selama satu tahun aku akan bangun dan muntah,” katanya.
Karen Daw, istrinya, mulai curiga setelah memperhatikan suaminya yang kerap berbau alkohol setelah makan. Makan kentang pun, suaminya mabuk. Setelah diperiksakan ke dokter, termasuk tiga kali dia menjalani kolonoskopi dan endoskopi, baru terjawab masalahnya.
Gara-gara sindrom itu, kadar alkohol dalam darah Nick bisa meningkat menjadi 120 miligram per 100 mililiter darah. Itu sama dengan minum tujuh shots wiski. Kini dia harus menjalani diet rendah karbohidrat untuk mengatasi sindrom yang dia derita.(**)