Mahfud MD: Penegakan Hukum Lebih Penting

hukumBENGKULU, BE – Penganggaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sangat besar utuk membeli perlengkapan modern ternyata menurut Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Moh Mahfud MD SH tidak terlalu penting. Justru menurutnya akan jauh lebih penting jika anggaran yang besar digunakan untuk penegakan hukum dan keadilan.  Hal ini disampaikannya saat meresmikan sekretariat Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (DPW IKA UII) di Jalan Salak, kemarin.

“Saat ini tidak akan ada negara yang berani menjajah indonesia seperti dulu, justru saat ini yang akan menjajah kita adalah kita sendiri,” terang Mahfud MD.

Menurut Mahfud anggaran yang diperuntukkan untuk penegakan hukum dan keadilan tersebut adala seperti anggaran untuk menindak atau menghukumi pelaku, kemudian untuk menjaga agar para penegak hukum tidak menerima suap dari para pelaku, dan masih banyak lagi yang nantinya akan berakibat pada penegakan hukum yang lebih baik.

Selain tiu ia juga menggambarkan keadaan negara kesatuan Indonesia saat ini seperti rumah pasir yang awalnya kokoh lama-kelamaan tertimpa angin dan panas sehingga akan membuatnya hancur.  “Jika tidak kita pertahankan maka lambat laun pasti akan roboh, dan yang menyebabkannya roboh adalah hukum dan keadilan tidak ditegakkan sebagai mana mestinya,” ungkap Mahfud.

Dan untuk menjaga agar tidak roboh kita harus menjaga jati diri bangsa kita yaitu dengan menegakkan moral, spritual dan hukum, serta menurutnya Demokrasi yang dianut Indonesia adalah Demokrasi permusyawarahan yaitu demokrasi yang mencari penyelesaian atau persamaan jika ada perbedaan bukan mencari perbedaan yang akan menimbulkan masalah.

Dalam kesempatan ini ia selaku ketua dewan pimpinan pusat IKA UII bepesan kepada semua anggota DPW Ika UIOI Bengkulu akar terus menjaga persatuan dan jaringan sihingga nantinya IKA UII bisa diberdayakan untuk kemajuan Provinsi Bengkulu.
“Semua alumni harus bersatu untuk menyelamatkan indonesia dengan menegakkan hukum dan keadilan,” tambah Mahfud.

Sementara itu Rektor UII Prof Dr Drs Edy Suandi Hamid MEc yang turut hadir dalam kesempatan ini mengatakan minat pelajar Bengkulu yang mendaftar di UII sangat tinggi hal ini terlihat dari pendaftar dari Bengkulu setiap tahunnya yang mencapai 100 orang lebih. Dan saat ini jumlah alumni UII sudah mencapai 68357 orang, dan saat ini peran alumni sangat tinggi sehingga UII sudah masuk universitas kelas Dunia.

” Di indonesia UII merupakan universitas tertua, karena kita berdiri 40 hari sebelum indonesia merdeka. Salah satu pendirinya adalah Bung Hatta,” terang
Ketua DPW IKA UII Bengkulu H Junaidi Albab Setiawan SH MEc dalam sambutannya mengatakan saat ini alumni UII di Bengkulu yang sudah terdaftar sebanyak 450 orang yang berasal dari 10 kabupaten/kota yang ada diprovinsi Bengkulu.

Dan saat ini para alumni UII sudah memberikan peranan yang sangat penting untuk kemajuan provinsi Bengkulu
“Kita akan terus menghimpun dan berkoordinasi dengan para alumni yang ada dibengkulu sehingga nantinya kita dapat menciptakan karya-karya yang besar,” terang Albab.

Acara ini merupakan rangkain acara pelantikan DPW IKA UII Bengkulu yang dilaksanakan selama dua hari mulai dari hari kamis(24/01) hingga kemarin. pada hari kamis sang ketua MK menyempatkan diri untuk berkunjung ke persada Bung Karno untuk melihat petilasan sang proklamator kemudian pada malam harinya Mahfud melantik Ketua DPW IKA UII Bengkulu.

Setelah selesai peresmian sekretariat IKA UII kemarin ia menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Baitul Izzah sebelum kembali ke Jakarta.(666)