Mahasiswi KKN Diperkosa Rekan

kasus
foto:ilustrasi

BENGKULU TENGAH , Bengkulu Ekspress – Aksi bejat dilakukan oknum mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Bengkulu, berinisial FR (21), warga Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara. FR diduga melakukan pemerkosaan terhadap Ha (21), warga Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu yang merupakan rekan satu kelompok tersangka saat melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan Pematang Tiga, Kabupaten Bengkulu tengah.

Data terhimpun Bengkulu Ekspress, perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan oleh pelaku di Sekretariat KKN mereka sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (28/6) lalu. Saat satu, korban memang sedang berada di sekretariat bersama pelaku. Sedangkan rekan KKN lainnya sedang menghadiri pertemuan di Kantor Camat Pematang Tiga.

Memanfaatkan situasi yang sepi, pelaku lalu melancarkan aksinya ketika korban baru selesai mandi. Pelaku masuk ke dalam kamar korban dan melancarkan aksi bejatnya. Meskipun sempat melakukan perlawanan, korban yang kalah tenaga akhirnya tidak bisa melarikan diri.  Ketika dikonfirmasi, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kapolsek Pondok Kelapa, Iptu Budimansyah SSos membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dijelaskan Kapolsek, peristiwa itu terungkap setelah pihaknya mendapatkan informasi dari salah satu media sosial (medsos). Menanggapi informasi itu, pihaknya langsung melakukan penelusuran terhadap sejumlah saksi. Mendapatkan kebenaran informasi itu, pihak kepolisian langsung menangkap pelaku dan mengamankannya di Mapolsek Pondok Kelapa.



“Saat ini, pelaku sudah kita amankan,” kata Kapolsek. Atas perbuatan yang dilakukan, sambung Kapolsek, pelaku akan melalui tahapan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sesuai dengan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, tersangka diancam dengan hukuman kurungan penjara selama 12 tahun,” tegas Kapolsek. Menghindari terjadinya peristiwa serupa, Kapolsek mengimbau kepada seluruh mahasiswi KKN untuk selalu menjalin koordinasi dengan Kepala Desa (Kades) beserta perangkat desa serta masyarakat setempat.

“Kami juga mengimbau untuk menjalin koordinasi dengan para Bhabinsa. Jika memang mendapati kondisi yang kurang aman, silahkan menyampaikan laporan,” imbau Kapolsek.(135)