Mahasiswa UNIB Juara 3 Nasional Ajang PIMNAS XXX

Erick/Bengkulu Ekspress TUNJUKAN : Tafsili, Warsito, Okta Fernando, Tafsili, Warsito, Adinda dan Asri Wijayanti menunjukan medali yang mereka raih diajang PIMNAS XXX 2017.
Erick/Bengkulu Ekspress TUNJUKAN : Tafsili, Warsito, Okta Fernando, Tafsili, Warsito, Adinda dan Asri Wijayanti menunjukan medali yang mereka raih diajang PIMNAS XXX 2017.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 5 orang mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB), berhasil mengharumkan nama Provinsi Bengkulu. Dengan prestasinya mendapatkan medali perunggu diajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXX 2017, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar, Sulawesi Selatan, beberapa hari lalu.

Warsito selaku manager produksi hasil karya Reptil Otawa saat diwawancarai BE kemarin (30/8) mengatakan, bersyukur dan gembira dirinya bersama teman-teman mampu bersaing dengan puluhan tim dari semua universitas yang ada di Indonesia sehingga berhasil mengharumkan nama Provinsi Bengkulu di tingkat Nasional.

“Kegembiraan kita bisa memperkenalkan budaya yang ada di Bengkulu,” jelasnya, kepada Bengkulu Ekspress kemarin (30/8).

Diajang PIMNAS XXX 2017 ini, UNIB berhasil meloloskan dua katagori yang diikutkan di PIMNAS setelah mengikuti seleksi dari tim Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Yaitu penelitian perkembangan terbaik cacing pada media kotoran hewan. Katagori kedua, yaitu bidang Wirausaha (medali perunggu) dimana ada lima orang mahasiswa bernama Tafsili, Warsito, Okta Fernando, Tafsili, Warsito, Adinda dan Asri Wijayanti. Mereka membuat sebuah kerajinan berbentuk Tabut dari bahan-bahan limbah atau bekas yang memasukan 3 unsur yang ada di Bengkulu, yaitu Batik Besurek, Bunga Rafflesia dan Tabut itu sendiri yang diberi nama Reptil Otawa.

Diakui Warsito, dalam pertandingan PIMNAS XXX 2017 ini mereka kalah dengan Universitas Gadjah Mada UGM), yang membuat metode belajar berbasis IT (juara 1) dan STIE Malangkucecwara yang membuat sepatu Transformer yaitu 5 alas kaki yang bisa dijadikan satu dan juga bisa dipergunakan sesuai kebutuhan, yaitu sepatu, sepatu gaul, sandal, sepatu slow dan casual.

“Meski begitu, kami berhasil mengalahkan 17 tim yang ikut dalam perlombaan di kelas 1 dari 3 kelas untuk bidang Wirausaha,” sampainya. (614)