Mahasiswa Tuntut Dosen Dicopot

BENGKULU, BE – Puluhan mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika), kemarin menggelar aksi menuntut agar pihak rektorat mencopot salah seorang dosen Matematika yang berinisial DH dari jabatannya sebagai dosen. Aksi yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 09.30 WIB ini diawali long march dari gedung kuliah bersama III, menuju dekanat FKIP dan gedung rektorat Unib. Dalam orasinya, Korlap Kartika Candra mengatakan bahwa dosen DH tidak layak lagi menjabat sebagai dosen, karena tersandung berbagai masalah, yakni tidak transparansi dalam memberikan nilai kepada mahasiswa, selalu memanfaatkan mahasiswa dalam kepentingan pribadi. Selain itu dosen DH juga selalu memaksakan mahasiswa agar ikut berbisnis bersamanya, jika menolak DH mengancam akan memberikan nilai buruk kepada mahasiswa yang diajaknya, serta DH juga tersandung masalah hukum.

“Kami minta agar dosen ini segara dibebas-tugaskan, karena sama sekali tidak mencerminkan seorang pendidik yang berilmu tinggi,” ujarnya dalam orasi. Setelah melakukan long march, rombongan aksi berhenti di depan gedung rektorat dan berupaya untuk menyampaikan aspirasi tersebut ke petinggi kampus. Tidak lama berorasi, rombongan tersebut diterima oleh pembantu rektor (PR) III, H Hutapea Wazir SE ME.
Menanggapi keinginan mahasiswa tersebut, Hutapea menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya telah memproses DH sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan Unib. Selain itu, pihak universitas juga telah mengeluarkan surat yang berisi DH tidak boleh lagi mengajar. ”Kami telah menindaklanjuti yang bersangkutan. Untuk itu, apapun yang diperintahkan dosen tersebut, jangan lagi dituruti,” katanya. Mengenai kepastian pemberhentian DH, Hutapea mengatakan akan dibahas dalam rapat senat yang digelar awal Mei mendatang. Setelah mendapatkan jawaban dari pembantu rektor III, mahasiswa pun membubarkan diri sekitar pukul 09.30 WIB. Namun mahasiswa kembali mengancam akan siap menggelar aksi lanjutan jika masalah tersebut tidak dituntaskan oleh petinggi Unib. (400)