Mahasiswa: PDAM Sakit, Kok Dibiarkan?

CURUP, BE – Ketidakmampuan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rejang Lebong dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, harus disikapi serius oleh pemangku kebijakan di Kabupaten Rejang Lebong, dalam hal ini dewan pengawas pemerintah daerah dan
wakil rakyat dalam hal ini Komisi II DPRD RL yang menjadi mitra kerja.
“Jika perusahaan itu dibiarkan sakit seperti berlarut-larut seperti saat ini, lalu

bagaimana nasib para pelanggan yang selama ini menjadikan air bersih dari PADM RL menjadi satu-satunya sumber air untuk mendukung aktivitas warga,” tegas Ketua MPM STAIN Curup Aditya Gumai, kepada wartawan via hendphon Sabtu (17/11).

Sebab sambung Aditya, air merupakan kebutuhan wajib yang harus dipenuhi untuk setiap warga dalam beraktifitas mandi, mencuci pakaian, hingga untuk buang air. “Apa warga harus dibiarkan terus menampung air hujan hanya untuk mandi. Bagaimana kalau tidak lagi hujan, bisa-bisa warga tidak mandi. Bahkan ada warga yang harus membeli 20 galon air bersih ke depot pengisian air, kalau dikalikan Rp 3 ribu/galon sudah berapa beban biaya yang harus ditanggung warga,” ujar Aditya.

Ditambahkan Aditya, persoalan penyaluran air bersih oleh PDAM RL kepada para pelanggan yang setia setiap bulan membayar tagihan air tidak kenal musim, karena sepanjang tahun bermasalah, “Mau musim kemarau, musim hujan PDAM selalu bermasalah dalam penyaluran air bersih.  Padahal kabupaten RL ini kota sejuk, banyak pegunungan dan sungai yang secara logika tidak mungkin kekurangan air,” katanya.

Karena itu, tegas Aditya, evaluasi terhadap manajemen PDAM menjadi hal yang mendesak perlu dilakukan. “PDAM ini tidak bisa dibiarkan sendiri, mereka perlu penyertaan modal, perlu sumber daya manusia yang baik, tidak hanya sekadar sebatas retorika penguasa lalu perusahaan itu dibiarkan saja berjalan sendiri,” tegas Aditya.

Pipa penyalur air, atau peralatan yang dimiliki PDAM mungkin sudah layak diganti karena sudah berumur puluhan tahun, lalu total pemasukan perusahaan dengan beban pengeluaran bulanan mungkin perlu dirampingkan.

“Kalau memang perlu disubsidi pemerintah, agar pelayanan vital yang menyentuh langsung dengan masyarakat tersebut semakin baik, kenapa tidak. Ini boro-boro mau disubsidi, penyertaan modal saja tidak diberikan,”
terang Aditya.

Karena itu, persoalan PDAM ini menjadi masalah bersama yang harus diselesaikan semua pihak. Kecuali jika perusahaan tersebut sebelumnya cukup baik melayani masyarakat, dapat menyumbangkan pemasukan bagi daerah, lalu tiba-tiba pelayanan menjadi buruk kepemimpinan Pjs, wajar saja diganti. “Kalau hanya sebatas ceramah, pelayanan PDAM harus baik, jangan lagi macet, lalu PDAM dibiarkan, kami yakin persoalan PDAM RL tidak akan pernah selesai. Perlu kami tegaskan, pelayanan air bersih itu pelayanan vital masyarakat yang wajib baik,” tutur Aditya.

Pelayanan Maksimal
Di bagian lain, kondisi pemadaman air yang dilakukan PDAM di beberapa titik wilayah, sejak tiga hari terakhir sudah mulai mengalir normal ke pemukiman warga. Hal itu disampaikan Rizal (32) warga Sukowati Curup. “Air PDAM sudah mengalir, kami berterima kasih selama pemadaman air PDAM setiap
hari mengirimkan air lewat mobil tangki kepada kami,” terang Rizal.

Rizal mengaku, sempat ikut mobil tangki PDAM. Keseriusa pihak PDAM untuk memberikan pelayanan air besih sangat terlihat bahkan ditengah cacian terhadap perusahaan tersebut petugas PDAM bahkan lembur untuk mengantarkan air bersih lewat mobil tangkit.
“Kami yakin niat manajemen PDAM untuk memperbaiki pelayanan cukup baik, hanya saja karena peralatan yang sudah tua dan kurang memadai, sering terjadi pemadaman. Belum lagi ada kasus pencurian air yang demikian tinggi,” ujar Rizal.

Kepada Bengkulu Ekspress, Pjs Direktur PDAM Hazairin mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal untuk memperbaiki kebocoran air yang terjadi, kondisi tersebut yang juga membuat air kepada konsumen keruh dan pemadaman. “Kebocoran ini terjadi bisa disebabkan banyak faktor, karena peralatan yang tua, kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung serta dan bencana,” terangnya. (999)