Mahasiswa Magang IAIN Mengajar Daring di SMPN 18 Kota Bengkulu

Rina/BE
Devi Setiyowati, Mahasiswa Magang IAIN mengajar daring di SMPN 18 Kota Bengkulu

BENGKULU, BE – Sampai saat ini Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Jaringan (PJJ Daring) masih dilakukan sekolah-sekolah di Kota Bengkulu. Salah satu sekolah yang menggunakan metode ini adalah SMPN 18 Kota Bengkulu, yang dibantu oleh mahasiswa magang dari IAIN Bengkulu untuk mengajar daring.

Guru SMPN 18 Kota Bengkulu Desmi Rohani SPd mengatakan, proses belajar dilakukan secara daring karena selama pandemi ini ada larangan untuk melakukan pertemuan yang menimbulkan kerumunan. Saat mengajar, guru di SMPN 18 Kota Bengkulu ini dibantu oleh mahasiswa magang dari IAIN Bengkulu mulai 28 Januari sampai 1 Maret nanti.

Mahasiswa yang magang berjumlah 14 orang dari prodi yang berbeda-beda, antara lain 2 orang mahasiwa dari prodi Matematika, 2 orang dari prodi IPA, dan 2 orang dari prodi IPS, 2 orang dari prodi Bahasa Inggris, 4 orang dari prodi Bahasa Indonesia dan 2 orang dari prodi PAI. “Ngajarnya daring untuk mahasiswa yang magang karena sekolah ini belum bisa belajar secara tatap muka, untuk tugasnya dikumpul lewat email, ” terang Desmi kepada BE, Rabu (3/2/2021)

Setiap hari ada beberapa guru yang datang ke sekolah sesuai jam kerjanya, jumlahnya sekitar 10 orang termasuk guru
piket. Jadwal mahasiswa yang magang juga sesuai jadwal guru yang masuk dan sesuai prodi masing-masing. Mahasiswa yang mengajar melakukan berbagai upaya seperti menerapkan pembelajaran daring menggunakan media melalui aplikasi google classroom dan whatssApp karena lebih memudahkan siswa dalam proses belajar.

Untuk pembelajaran secara sinkronis guru juga memanfaatkan media seperti aplikasi zoom, google classroom, google meet dan ada juga yang memberikan tugas lalu dikumpulkan ke sekolah secara bergantian dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Salah satu mahasiswa magang Devi Setiowati (20) mengatakan, kendala yang dihadapi peserta didik dalam belajar daring ini
yaitu sulit memahami materi yang disampaikan, kendala tersebut bisa menjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Apalagi
dalam memahami materi Matematika, banyak sekali siswa yang mengeluh dalam mengerjakan tugas. “Kesulitan belajar daring ini siswa tidak mudah memahami materi yang disampaikan, apalagi pelajaran matematika, ” jelas Devi.

Namun guru dan mahasiswa yang mengajar juga memaklumi keadaan tersebut dan memberikan solusi dan jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi siswa agar siswa tetap bisa mengikuti proses pembelajaran. “Kami biasanya memberikan materi pakai ppt, tapi banyak yang gak ngerti bahkan file nya gak dibuka. Jadi mungkin kami akan buat strategi baru seperti membuat video saja,” tutupnya.

Mahasiswa yang mengajar harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan inovatif untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi. Mahasiswa juga harus memberikan media pembelajaran yang tidak monoton dan tetap bisa menghadirkan suasana pembelajaran interaktif antara mahasiswa dan peserta didik. Untuk itu, mahasiswa akan memberikan materi melalui media pembelajaran seperti video edukasi yang dinilai mampu membuat peserta didik mudah menangkap dan memahami materi pelajaran. (Mg.4)