Mahasiswa Kutuk Money Politik

Foto: Rio/BE
Foto: Rio/BE

BENGKULU, BE – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Pilwakot Bengkulu mengutuk keras kandidat yang melakukan politik uang jelang pemilihan walikota dan wakil walikota Bengkulu yang digelar 22 Desember mendatang.

Gabungan mahasiswa yang terdiri dari BEM Unib dan IAIN ini, kemarin (19/12) sekitar pukul 09.30 WIB  menggelar aksi damai di Simpang 5 Kota Bengkulu membentangkan spanduk  yang bertuliskan “Stop Money Politik, Kenali Pasangan Calon Sebelum Memilih,” serta membawakan ribuan stiker tentang profil masing-masing kandidat,  H Helmi Hasan SE  dan H Ahmad Kanedi SH MH.

Para mahasiswa ini secara bergiliran berorasi dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk menjadi pemilih yang cerdas, mengenali jejak rekam calon, dan bukan dikarenakan uang yang tidak seberapa.

“Kami mengajak semua warga kota Bengkulu untuk cerdas dalam memilih calon pemimpin Kota Bengkulu. Mari kita pilih berdasarkan track record dengan melihat visi dan misi, bukan karena SARA atau uang,” kata koordinator aksi sekaligus Ketua BEM Unib, Hendra Irawan.

Mahasiswa tidak menginginkan adanya politik uang di Kota Bengkulu  yang bisa menodai pesta demokrasi Pilwakot 2012  ini. Dan mahasiswa juga menyebarkan ribuan mahasiswa lainnya untuk melakukan pengawasan dan pemantauan selama proses pemilihan berlangsung.

“Kami akan mengawasi setiap kandidat yang akan melakukan money politik. Jika ditemukan adanya politik uang, maka kami yang  pertama kali yang akan melaporkannya ke Gakkumdu dan penyelenggaran Pilwakot untuk didiskualifikasikan dari bursa pencalonan,” tegasnya.

Selain itu, mahasiswa ini juga mengajak seluruh masyarakat kota Bengkulu untuk bersama-sama anti politik uang, tidak memilih calon Walikota yang berusaha memberikan uang kepada pemilih serta tidak memilih calon yang programnya tidak jelas.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa membacakan beberapa pernyataan sikap yakni, kenali calon sebelum memilih, kenali dan pelajarai visi dan misi calon, menginhari money politik dan menghindari golpu. Serta meminta netralitas Panwaslu dan KPU tidak hanya menjadi selogan belaka, akan ditetapi dituntut untuk mewujudkan kenetralan tersebut gar tidak menghianati dan menciderai proses demokrasi di kota Bengkulu. Diakhir aksinya, mahasiwa ini membagikan ribuan stiker tentang profil singkat kedua kandidat walikota yang bertarung.(400)