Mahasiswa KPI IAIN Bengkulu Tuangkan Skill Melalui Black Art

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Tiga orang mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Bengkulu antara lain Sipun Alfajri, Wanda Lestari dan Deva Ashari menuangkan kemampuannya lewat usaha Black Art. Black Art adalah sebuah usaha yang fokus dibidang photography, design grafis dan lain-lain.

Owner Black Art, Deva Ashari (21) mengatakan, awal mula berdirinya Black Art karena ingin mengembangkan bakat sesuai jurusan serta agar dapat menghasilkan karya lewat usaha sendiri. Dinamakan Black Art karena mereka berpendapat bahwa Black artinya hitam dan Art artinya adalah seni. Dipilih warna black atau hitam karena menurutnya warna tidak akan bisa menjadi warna dan gambar jika tidak ada hitam. Nama Black Art tentunya juga akan mudah diingat oleh kalangan mahasiswa maupun masyarakat,” katanya, Kamis (13/2).

Black Art didirikan pada 1 Januari 2020 yang mencakup bidang photography, videography, design grafis sablon kaos, sablon topi, cetak poto, pembuatan spanduk, design gelas, stiker, bingkai ucapan dan banyak lagi. Namun, yang paling banyak diminati oleh pelanggan adalah jasa pembuatan bingkai ucapan untuk wisuda dan sablon kaos, “Black Art ini sudah berdiri selama kurang lebih dua bulan, dan alhamdulillah sudah banyak pelanggan yang order,” ucap Sipun yang merupakan salah satu pendiri Black Art.

iga orang mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Bengkulu antara lain Sipun Alfajri, Wanda Lestari dan Deva Ashari menuangkan kemampuannya lewat usaha Black Art.

Wanda juga menambahkan bahwa tarif dari jasa yang disediakan oleh Black Art sangatlah murah dan terjangkau. Mulai dari spanduk ukuran 1m Rp 30 ribu, Stiker Rp 25 ribu, Design Rp 60 ribu, design gelas Rp 33 ribu hingga sablon kaos seharga Rp 95 ribu. “Kami memang tidak memberi tarif yang begitu mahal karena kami sebagai mahasiswa sangat paham bagaimana keadaan dan keuangan mahasiswa ataupun pelajar,” katanya.

Selain terima jasa design, Black Art juga menyewakan alat photography. Hanya dengan Rp 100 ribu, pelanggan sudah bisa hunting sepuasnya dalam jangka waktu 24 jam. Alat yang disediakan diantaranya kamera DSLR, lensa, Filter lensa, hardisk, shutter release dan tripod. “untuk pelanggan yang ingin sewa alat photography bisa datang langsung ke lokasi di gang Angrek 3 Pagar Dewa kec. Selebar kota Bengkulu, atau cek instagram kami yaitu blackart.real,” katanya.

Pendiri Black Art berharap agar usaha yang mereka dirikan bisa dikenal baik oleh masyarakat, bisa lebih maju, memiliki tempat yang strategis dan lebih besar, serta mempunyai peralatan yang lengkap. (MG14)