Mahasiswa KPI IAIN Bengkulu Manfaatkan Hobi Jadi Peluang Bisnis

FOTO DIAN/BE – Anggota Komunitas Mata Lensa Production

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Kota Bengkulu membuat peluang bisnis. Salah satunya Mata Lensa Production merupakan komunitas fotografi dan videografi yang didirikan oleh mahasiswa KPI IAIN Bengkulu pada tanggal 13 November 2017.

Mata Lensa Production beranggotakan 6 orang yakni Siroy Kurniawan, Muhammad Arif, Darussalam, Wanfau, Meigy Rosawan, dan Fathan Awwalurrayyan.

“Saya hobi memotret dan membuat video lalu saya mencoba mengajak beberapa teman saya yang juga memiliki hobi yang sama, untuk membuat peluang bisnis ini. Karena saya melihat ada peluang untuk mendapatkan pundi-pundi penghasilan dan mengisi kekosangan. Dari situlah mulai terbentuknya Mata Lensa Production ini,” ujar Ketua Komunitas Siroy Kurniawan, saat diwawancarai BE, Senin (27/1).

Awalnya Mata Lensa Production hanya dikenal di kalangan mahasiswa IAIN Bengkulu saja. Namun saat ini mata lensa sudah banyak dikenal orang. Terlihat dari beberapa karya yang diproduksinya seperti film pendek prodi BKI IAIN Bengkulu tahun 2017, Drama TBI IAIN Bengkulu tahun 2018, Film pendek SMA Negeri 2 Bengkulu tahun 2019, film horor SMAN 3 Kota Bengkulu tahun 2019, dan masih banyak lagi karya-karya yang diproduksi oleh Mata Lensa Production.

Selain menerima jasa pembuatan film, Mata Lensa Production juga menerima jasa Foto wedding, foto wisuda, foto hunting dan editing vidio. Dan mereka melakukan pekerjaan ini dengan sangat profesional meskipun dengan menggunakan peralatan yang seadanya. Apabila mereka syuting di outdoor mereka menggunkan kamera, mic, dan tripod.

Sedangkan jika mereka syuting di indoor mereka hanya mmengggunkan camera saja, tambahannya jika mereka syuting malam mereka memakai lighting.

“Karna ini hobi saya tidak terlalu menentukan harga, dan saya berharap khususnya untuk anak KPI IAIN Bengkulu untuk bisa bergabung ataupun bisa membuka peluang bisnis yang lainnya,” terang Siroy. (mg3)