Mahasiswa Desak Tindak AKI

CURUP, BE – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Rejang Lebong menilai keberadaan aliran AKI (Amanat Keangungan Ilahi) di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten RL, sebagai masalah serius. “Karena ini masalah serius kami mendesak pemerintah segera mengambil tindakan. Jika tidak ingin aliran AKI membuat gejolak di masyarakat seperti pernah terjadi di daerah lain di Indonesia,” tegas Kadep Kastrat KAMMI Komisariat RL Aditya Candra Utama Gumay kepada Bengkulu Ekspress kemarin.

KAMII menilai, pemerintah terlihat adem ayem meski keberadaan AKI di provinsi Bengkulu sudah terungkap dan beraktifitas cukup lama. “Kami khawatir aktifitas aliran AKI tersebut akan semakin menyebar luas dan menyesatkan masyarakat hingga memancing gejolak,” kata Gumay.
Padahal, sudah jelas-jelas aliran AKI tersebut menyimpang dari garis syariat agama Islam yang ada. Para pengikut AKI sudah menganggap solat fardhu lima waktu tidak perlu lagi dan hanya cukup mengingat Allah saja. “Kepada Bapak Bupati, serta Bapak Gubernur berharap segera mengambil langkah-langkah serius, agar ciri-ciri tanda kiamat itu bisa ditanggapi, sehingga ajaran sesat AKI tidak menyebar luas,” pinta Gumay.

Jika pemerintah tidak mengambil tindakan, maka mahasiswa yang akan bergerak bersama masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap ajaran yang jelas-jelas sudah menyimpang tersebut. “Apalagi Plt Gubernur kita seorang ustadz, yang kami percaya bisa melakukan langkah yang tegas dan bijaksana terkait persoalan AKI. Karena persoalan ini lebih serius dari sekedar proyek fisik yang cendrung lebih diprioritaskan pemerintah dari pada non fisik,” tutup Gumay. (999)