Mahasiswa dan Jurnalis di Bengkulu Nyalakan Lilin dan Tabur Bunga

Solidaritas untuk Korban Penyelamat Demokrasi

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Ratusan Mahasiswa dan pemuda Bengkulu mengadakan aksi simpatik menyalakan lilin dan tabur bunga untuk korban penyelamat demokrasi.

Aksi damai itu, atas tanda duka atas salah satu mahasiswa Kendari (Alm) Imam Muhammad Randi,dan juga sebagai bentuk solidaritas untuk jurnalis dan mahasiswa lainnya yang ikut cedera ringan / berat dalam aksi demonstrasi di berbagai tempat di Indonesia.

Aksi simpatik tersebut dilakukan di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, Jumat (27/9) malam.

“Ini untuk mengenang pejuang demokrasi yang telah gugur. Karena Negara kita saat ini sedang tidak baik-baik saja,” teriak kordinator aksi Dodi Saputra.

Selain menyalakan lilin dan tabur bunga pada aksi simpatik tersebut juga dilakukan pembacaan puisi, aksi teatrikal dan doa bersama.(HBN)

Berikut Pernyataan Sikap Aksi Solidaritas,:

1. Meminta Presiden Jokowi dan Kapolri untuk meminta maaf langsung kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan juga meminta maaf kepada seluruh mahasiswa, jurnalis, dan pelajar yang jadi korban kekerasan aparat kepolisian saat mengamankan aksi.

2. Meminta Presiden Joko Widodo untuk memecat Kapolri Tito Kamavian dan Mekopolhukam Wiranto

3. Memecat aparat kepolisian yang terbukti melakukan tindakan kekerasan pada mahasiswa, pelajar, dan jurnalis. Kemudian memecat polisi tersebut dari kepolisian republik indonesia.

4. Meminta Presiden Joko Widodo untuk memecat Kapolda Sulawesi Tenggara karena gagal dalam mengamankan aksi mahasiswa.