Mahasiswa Bebas Parkir di Jalan AK Gani Rejang Lebong

ist/BE
Perwakilan dari IWK-DCS saat menyampaikan surat penolakan penarikan retribusi di jalan AK Gani ke Kadishub Rejang Lebong. Dari pertemuan tersebut disepakati khusus mahasiswa dibebaskan dari parkir

CURUP,bengkuluekspress.com- Terkait dengan penolakan Ikatan Warung Komputer Dusun Curup (IWK-DSC) terhadap penarikan retribusi parkir di Jalan AK Gani, tepatnya di depan kampus IAIN Curup, Dinas Perhubungan Kabupaten Rejang Lebong telah memberikan solusi atas penolakan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rejang Lebong, Rachman Yuzir menjelaskan, solusi yang mereka berikan adalah dengan membebaskan atau mengratiskan mahasiswa yang parkir di kawasan jalan AK Gani atau didepan tempat para IWK-DSC membuka usaha.
“Setelah tadi perwakilan dari pelaku usaha bertemu dan menyampaikan surat keberatan, maka solusi yang kita sepakati adalah menggratiskan parkir untuk mahasiswa dikawasan jalan AK Gani depan IAIN Curup,” terang Rachman.

Menurut Rachman, salah satu pertimbangan mahasiswa digratiskan dari parkir, karena menurutnya aktifitas mahasiswa di usaha-usaha foto kopi dan kumputer serta lainnya dikawasan tersebut cukup tinggi. Bahkan satu orang bisa lebih dari satu kali dalam seharinya, sehingga bila ditarik retribusi parkir maka akan memberatkan mereka, sehingga Dishub menyetujui untuk menggratiskan para mahasiswa.
“Jadi nanti yang akan membayar parkir dikawasan tersebut adalah masyarakat umum saja,” tambahnya.
Disisi lain, Rachman juga mengungkapkan pihaknya juga tidak bisa meniadakan penarikan retribusi parkir dikawasan tersebut, karena selain sudah ditetapkan dalam peraturan bupati sebagai salah satu titik penarikan retribusi parkir. Penarikan retribusi parkir juga sebagai salah satu upaya mereka untuk meningkatkan PAD Kabupaten Rejang Lebong.

Sementara itu, Sanca Irawan selaku sekretaris IWK-DCS yang menemui Kadishub Rejang Lebong menyampaikan terima kasihnya kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Rejang Lebong atas solusi yang diberikan kepada mereka terkait dengan penolakan penarikan retribusi parkir tersebut.
“kita sepakat dengan meniadakan retribusi parkir bagi mahasiswa, karena memang sebagian besar pelanggan ditoko kami adalah mahasiswa yang dalam seharinya bisa lebih dari sekali mereka datang,” ungkap Sanca.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*