Magang ke Jepang Kurang Diminati


Foto : Kepala Disnakertrans Benteng, Masdar Helmi

Pendaftaran Ditutup 30 April 2019
BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnaker) berupa magang ke Jepang masih sepi peminat. Sejak pendaftaran dibuka akhir Desember 2019 lalu sampai kemarin baru 15 orang warga Bengkulu Tengah (Benteng) yang resmi mendaftar.

“Hingga hari ini (kemarin,red), baru 15 orang yang mendaftar,” ungkap Kepala Disnakertrans Kabupaten Benteng, Masdar Helmi, kemarin (22/1).

Padahal, kata dia, pemagangan ke Jepang merupakan kesempatan emas bagi masyarakat. Selain bisa menambah wawasan dan pengetahuan, pemagangan di sejumlah perusahaan Jepang juga akan mendapatkan penghasilan yang menggiurkan. Berkisar Rp 18-25 juta per bulan.

“Silakan mendaftar. Kami berharap, setidaknya ada sebanyak 1 orang perwakilan dari setiap desa se-Kabupaten Benteng yang berkesempatan. Pendaftaran akan kami tutup hingga30 April ,” jelasnya.

Sesuai dengan ketentuan, Masdar Helmi menyampaikan, memang terdapat persyaratan khusus yang mesti dipenuhi oleh calon peserta. Terkhusus bagi laki-laki, jelasnya, paling tidak harus memiliki tinggi badan 160 Centimeter dan berat badan (BB) minimal 50 Kilogram. Bagi yang hanya lulusan SMA sederajat, pendaftar harus mengantongi sertifikat keterampilan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Bengkulu.

Sedangkan, kesempatan juga terbuka bagi masyarakat yang menyandang gelar diploma atau sarjana teknik jurusan banguna, teknik industri, mekanisasi pertanian, juru gambar dan teknik kimia. Bagi kaum perempuan, terangnya, pendaftar harus memiliki tinggi badan minimal 150 centimeter dan berat minimal 40 kilogram. Selanjutnya, pemagangan juga memberikan kesempatan bagi lulusan Asisten Perawat dengan usia minimal 18 tahun 6 bulan.

“Calon peserta juga akan menjalani proses pemeriksaan kesehatan. Setiap peserta tak boleh memiliki tato, tindik, berkacamata serta disfungsi organ tubuh,” ujarnya.

Setelah itu, peserta akan kembali diuji melalui tahapan seleksi yang akan dilakukan ditingkat Provinsi. Dalam proses seleksi, akan ada perwakilan dari perusahan Jepang yang datang langsung. Panitia seleksi lah yang berhak menentukan siapa yang berhak diberangkatkan. Selain mendapat persetuan keluarga, calon peserta tentunya harus memiliki kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa Jepang yang baik. “Secara keseluruhan, kuota yang disiapkan oleh Disnakertrans Provinsi Bengkulu sebanyak 1.500 orang,” tandasnya.(135)