Madu Palsu di Kepahiang Berbahan Gula, Penyedap dan Obat Sakit Perut

Doni/BE
Kapolres Kepahiang, Suparman menyampaikan kronologis pengungkapan komplotan pembuat dan pengedar madu palsu saat jumpa pers, Senin (5/4) di Mapolres Kepahiang.

KEPAHIANG,bengkuluekspress.com – Polres Kepahiang berhasil mengungkap komplotan penjahat pembuat madu palsu. Komplotan ini beraksi lintas provinsi, diwilayah Provinsi Bengkulu para pelaku disinyalir sudah cukup lama menjalankan aksi kejahatan memproduksi dan memasarkan madu palsu.
Pelaku berjumlah 3 orang yakni SY (39) warga Jalan Putri Malu Kecamatan Kerinci Kota Kabupaten Pelelawan Riau serta BH (37) dan DO (Buron) keduanya warga Desa Lauser Kecamatan Lauser Kabupaten Aceh Tenggara.
Tersangka pertama SY berperan membuat madu palsu dengan komposisi gula pasir, mocca (penyedap rasa kopi), sitrun bubuk (penyedap makanan), pil atom (obat sakit perut) dan air putih. Kemudian dimasak sampai mendidih, lalu didinginkan dan dikemas dalam botol air mineral berbagai ukuran. Selanjutnya dipasarkan kepada masyarakat.
“Dikontrakan DO ini, kemudian para pelaku merencanakan pembuatan madu palsu,” tegas Williwanto Malau.

Menurutnya, para pelaku sudah mengantongi hasil Rp 23,4 juta dengan memperdaya Thamrin Juninto (39) warga Kelurahan Kampung Pensiunan. Bermula saat Tahmrin duduk di warungnya dan didatangi pelaku DO yang membawa beberapo botol madu palsu. Pelakupun menyakinkan korban jika madu tersebut merupakan madu kualitas bagus, sampai akhirnya korbanpun tertarik untuk menjual madu itu diwarungnya. Pelaku DO menitipkan madu palsu di warung Thamrin sebanyak 2 botol. Harga tiap botolnya adalah Rp 80.000, tidak hanya itu DO juga memberikan nomor HP kepada korban yang mana apabila madu habis terjual dan membutuhkan lagi bisa menghubungi nomor.
“Dari laporan korban, kita tindak lanjuti dan berhasil menangkap komplotan pelaku,” terangnya.

Dari hasil penangkapan kedua tersangka, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti 6 lembar karung putih bekas gula pasir, 1 lembar baju batik yang digunakan pada saat ke warung korban, 1 stel baju muslim warna putih, 4 botol aqua sedang madu palsu warna merah, 1 botol aqua besar madu palsu warna hitam, 2 jerigen madu palsu hitam, 1 unit mobil Xenia, 2 buah Nopol palsu, tas sandang, ATM dan buku tabungan BNI serta 1 unit HP evercross. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*